Sekat berbahan plastik tak wajib digunakan pengemudi ojek online dan konvensional. (Foto: CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)
Sekat berbahan plastik tak wajib digunakan pengemudi ojek online dan konvensional. (Foto: CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)

Ojol Tak Wajib Pakai Sekat Plastik kala PSBB Transisi Jakarta

Sekat plastik yang menjadi pembatas antara pengendara dan penumpang ojek online (ojol) tidak akan menjadi protokol wajib. Ketentuan ini akan diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam bentuk revisi PM (Peraturan Menteri) Perhubungan 18 menyesuaikan Surat Edaran Nomor 7 Gugus Tugas Covid-19.

Revisi juga sebagai respons pemerintah pusat lantaran ojol mulai hari senin (8/6) diperbolehkan beroprasi mengangkut penumpang di DKI jakarta yang saat ini memasuki masa PSBB transisi

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi, sekat plastik ojol tidak wajib digunakan, melainkan hanya sebagai usulan.


“Kemudian penyekat, itu bukan mandatori bukan perintah, tapi sifatnya usulan atau kemudian seperti boleh menggunakan, tapi tidak harus atau wajib,” kata Budi saat dihubungi, Senin (8/6).

Menurut dia penggunaan sekat ini sifatnya lebih diserahkan kepada masing-masing perusahaan daring Grab dan Gojek.

Hal itu juga diperkuat dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Nomor 105 tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk mencegah Covid-19 pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif, yang tidak menyertakan sekat plastik sebagai syarat ojol boleh beroperasi selama masa transisi menuju new normal atau normal baru tersebut.

“Tapi kalau ingin memberikan kepercayaan kepada masyarakat mungkin bisa pasang itu. Kami juga tidak mengatur standarnya bagaimana. Yang penting materialnya tidak membahayakan buat aspek keselamatan,” ucap Budi.

Sekat ini pertama diusung aplikator Grab dan asosiasi ojol sebagai upaya pencegahan corona (Covid-19) sehingga pengemudi dan penumpang tidak bersentuhan langsung. Keduabelah pihak meyakini keberadaan sekat meminimalisir penularan.

Terkait anjuran penumpang membawa helm sendiri, Budi menambahkan sifatnya juga usulan. Penumpang masih boleh meminjam helm, namun dengan syarat pengemudi ojol menyediakan penutup kepala tambahan.

READ ALSO:  Ojol Not Required to Use Plastic Bulkheads at Jakarta Transition PSBB

“Tapi kalau penumpang tidak bawa helm dan pake helm pengemudi, ya pengemudi atau aplikator siapkan pelindung kepala itu,” ucap Budi.

Budi mengatakan revisi juga akan mengatur mengenai protokol transportasi lain pada masa transisi ini.

Sumber: cnnindonesia.com

Gravatar Image
infosolution.biz adalah tempat belajar blogger pemula dan profesional. Kamu bisa menemukan kami di sosial media berikut Facebook | Youtube | Instagram. Ingin bekerja sama dengan kami, silahkan hubungi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.