Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Ungkap Dampak Gagal Bayar Obligasi Tiphone Mobile Indonesia (TELE)

  • Whatsapp
TELKOM INDONESIA UNTUK INDONESIA
TELKOM INDONESIA UNTUK INDONESIA

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. mengungkapkan dampak risiko gagal bayar atas kewajiban finansial PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) terhadap kinerja keuangan dan operasional perseroan.

VP Corporate Finance & Investor Relations Telkom Andi Setiawan menyampaikan Telkom memegang 100 persen saham PT PINS Indonesia. Adapun, PINS memiliki 24 persen saham Tiphone.

Bacaan Lainnya

PINS bergerak dalam bisnis integrasi perangkat, jaringan, sistem, proses dan internet of things (IoT). Bisnis intinya adalah penyedia berbagai peralatan sarana teknologi, informasi dan komunikasi, serta sarana IoT.

“Selain hubungan kepemilikan tersebut, Tiphone merupakan salah satu distributor handset dan voucher pulsa Telkomsel,” paparnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (23/6/2020).

Andi menjelaskan latar belakang Telkom melakukan penyertaan saham pada Tiphone ialah memperkuat ekosistem bisnis perseroan. Penguatan itu mencakup dukungan penetrasi smart phone untuk mempercepat pertumbuhan bisnis digital.

Selain itu, adanya Tiphone mendukung penguatan jalur distribusi voucher pulsa pada bisnis Telkomsel, anak usaha Telkom lainnya.

Secara umum, ada dua dampak risiko gagal bayar kewajiban finansial Tiphone terhadap Telkom, yakni dampak operasional dan keuangan. Namun, secara operasional tidak berdampak signifikan mengingat masih banyak distributor voucher pulsa lain.

Tiphone Mobile Indonesia
Tiphone Mobile Indonesia

Tren penjualan pulsa secara online pun semakin meningkat.

Adapun, secara finansial, dampaknya ialah berpotensi adanya perubahan atas nilai wajar PINS pada Tiphone.

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagaangan efek PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) di seluruh pasar, baik saham maupun obligasi.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Vera Floruida menjelaskan keputusan BEI ini merujuk pada pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tanggal 18 dan 19 Juni 2020 mengenai penundaan pembayaan pokok dan bunga dari obligasi TELE.

Dalam pengumuman KSEI No. KSEI-6667/DIR/0620 tanggal 19 Juni 2020, perseroan mengumumkan penundaan pembayaran pokok dan bunga ke-12 Obligasi BKLJT I Tiphone Thp 3 Tahun 2017 Seri B.

Adapun dalam pengumuman KSEI No. KSEI-6621/DIR/0620 tanggal 18 Juni 2020, TELE mengumumkan penundaan pembayaran bunga Ke-3 Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap II Tahun 2019.

“Maka Bursa memutuskan untuk melakukan perpanjangan penghentian sementara Perdagangan Efek (saham dan obligasi) PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE, TELE01CCN2, TELE01BCN3, TELE02CN2) di seluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 22 Juni 2020,” demikian tulis Vera, Senin (22/6/2020).

Sebelumnya, bursa juga telah menghentikan sementara perdagangan efek TELE pada 10 Juni 2020 karena adanya keraguan atas kelangsungan usaha perseroan sebagai buntut dari pemantauan khusus yang dilakukan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Adapun, pada hari ini, Senin (22/6/2020) Pefindo menyematkan peringkat kredit idSD atau selective default untuk Tiphone Mobile Indonesia. Selain itu, lembaga pemeringkat itu menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 dari idCCC menjadi idD.

Sumber: market.bisnis.com

Baca Juga:  Rumor Projek Baru Tencent: PUBG 2 Dan Tanggal Rilisnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *