Blurred laptop's screen with facebook Free Photo

Berikut Alasan Brand Besar Dunia Boikot Iklan di Facebook

Posted on

Raksasa media sosial Facebook tengah mengalami gelombang besar pemboikotan iklan di platform-nya. Hingga saat ini, jumlah brand yang mencabut iklan di Facebook masih terus meningkat, tak terkecuali brand-brand besar dunia.

Brand-Brand Besar

Adapun brand-brand besar tersebut adalah Unilever, Coca-Cola, Verizon, Patagonia, REI, Lending Club, dan The North Face. Selain Unilever, ada juga perusahaan FMCG yang berhenti mengiklan di Facebook seperti Procter & Gamble (P&G), Dove, Ben & Jerry’s, dan Hellmann, setidaknya untuk sisa tahun 2020.

Logo Facebook di konfereni tahunan F8 2019. Foto Stephen LamReuters
Logo Facebook di konfereni tahunan F8 2019. Foto Stephen LamReuters

Perusahaan Teknologi Rakuten Mencabut Iklan di Facebook

Baru-baru ini, ada juga perusahaan teknologi Rakuten, pemilik aplikasi chatting Viber, Levi’s, Dockers, Jansport, Honda, Starbucks dan merek cokelat besar Hershey’s yang ikut melakukan langkah serupa. Entah sampai kapan gelombang mencabut iklan di Facebook yang dilakukan brand-brand ini akan berhenti.

Lalu, apa sebenarnya alasan brand-brand besar di dunia itu memutuskan untuk berhenti memasang iklan di Facebook? Jadi, gerakan tersebut terjadi menyusul surat terbuka organisasi nirlaba Liga Anti-Fitnah (Anti-Defamation League/ADL) pada 17 Juni 2020.

Fake news headline on a newspaper Free Photo
Fake news headline on a newspaper

ADL meminta perusahaan-perusahaan besar berhenti berbisnis dengan Facebook

Dalam surat terbuka itu, ADL meminta perusahaan-perusahaan besar berhenti berbisnis dengan Facebook karena media sosial itu dituding telah menjadi ladang kebencian dan hoaks. Berbeda dengan Twitter, Facebook tidak melabeli konten ujaran kebencian dan hoaks yang ada di platform mereka.

Mendorong Aktivis dan Karyawan Facebook Untuk Mengkritik Kebijakan Perusahaan

Hal ini bahkan kemudian mendorong para aktivis dan karyawan Facebook itu sendiri untuk mengkritik kebijakan perusahaan. Kritik tersebut juga bahkan dituangkan oleh beberapa bos di Facebook yang memutuskan untuk mengundurkan diri karena kebijakan perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan keresahan pengguna.

Saham Facebook Turun

Gara-gara pencabutan iklan ini, saham Facebook turun sebesar 8,3 persen dan terkoreksi hingga 58 miliar dolar AS dalam perdagangan bursa pada Jumat (26/6), sekaligus menandai kerugian terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Kekayaan pendiri sekaligus CEO Facebook

Kekayaan pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, juga menurun sebesar 7,21 miliar dolar AS atau sekitar Rp 103,5 triliun dalam 24 jam terakhir. Hal tersebut membuat Zuckerberg mesti rela turun ke posisi empat dalam daftar orang terkaya di dunia, di bawah bos Louis Vuitton Bernard Arnault, pendiri Microsoft Bill Gates, dan CEO Amazon Jeff Bezos.

Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite  Foto REUTERSAaron P. Bernstein
Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Foto REUTERSAaron P. Bernstein

Facebook Akan Segera Melakukan Benah-Benah Platformnya

Menerima boikot tersebut, Facebook akan segera melakukan benah-benah platform-nya. Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa pihaknya akan melabeli semua posting-an yang berhubungan dengan pemilu AS dengan tautan yang mendorong pengguna untuk melihat pusat informasi pemilu.

Facebook juga akan memperluas definisi tentang ujaran kebencian yang dilarang

Selain itu, Facebook juga akan memperluas definisi tentang ujaran kebencian yang dilarang, serta menambahkan klausul bahwa tidak akan ada iklan yang ditampilkan dalam posting-an yang diberi label berbahaya oleh Facebook.

“Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini,” kata Zuckerberg.

Sumber: kumparan.com

Gravatar Image
infosolution.biz adalah tempat belajar blogger pemula dan profesional. Kamu bisa menemukan kami di sosial media berikut Facebook | Youtube | Instagram. Ingin bekerja sama dengan kami, silahkan hubungi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *