Jaringan Komputer

  • Whatsapp
Jaringan Komputer
Jaringan Komputer

REVOLUSI KOMUNIKASI KOMPUTER

Di tahun 1970-an dan awal 1980-an terlihat perpaduan dari bidang ilmu komputer dan komunikasi data yang secara mendalam mengubah teknologi, produksi-produksi dan perusahaan yang sekarang merupakan kombinasi industri komunikasi komputer.

Revolusi ini telah menghasilkan kenyataan yang menarik, antara lain :

Bacaan Lainnya

  • Tidak adanya perbedaan fundamental/pokok antara data processing (komputer) dan komunikasi data (peralatan transmisi dan switching).
  • Tidak adanya perbedaan fundamental antara komunikasi data, voice (suara) dan video.
  • Jalur-jalur antara single -processor computer, multi-processor computer, jaringan lokal, jaringan metropolitan dan jaringan jarak jauh sudah kabur.

Akibatnya perkembangan besar pada industri komputer dan komunikasi baik dari pabrikasi komponen sampai sistim integrasi dan perkembangan dari sistim integrasi yang mentransmisi dan memproses semua tipe data dan informasi. Keduanya baik teknologi dan standar teknik organisasi sedang diarahkan ke single public system yang menyatukan semua komunikasi yang dibuat secara nyata semua sumber data dan informasi di dunia secara mudah dan dapat diakses bersama-sama.

MODEL KOMUNIKASI

Tujuan utama dari komunikasi data yaitu untuk menukar informasi antara dua perantara.

Data yaitu sebuah gambaran dari kenyataan, konsep atau instruksi dalam bentuk formal yang sesuai untuk komunikasi, interprestasi atau proses oleh manusia atau oleh peralatan otomatis.

Informasi yaitu pengertian yang diperuntukkan bagi data dengan persetujuan-persetujuan memakai data tersebut.

Definisi-definisi ini dapat menjelaskan tujuan kita, yaitu : data dapat diidentifikasikan, data dapat digambarkan, data tidak perlu mewakili sesuatu secara fisik; tetapi dari semuanya itu data dapat dan sebaiknya digunakan untuk menghasilkan informasi. Hal ini juga berarti bahwa data untuk satu orang akan muncul sebagai informasi untuk
yang lainnya. Informasi ini terbentuk ketika data ditafsirkan.

Untuk menukar informasi, kemudian, memerlukan akses ke elemen data dan kemampuan untuk mentransmisikannya. Pada gambar di bawah, informasi yang akan ditukar adalah sebuah message yang berlabel m. Informasi ini diwakili sebagai data g dan secara umum ditujukan ke se buah transmitter dalam bentuk suatu sinyal yang berubah terhadap waktu. Sinyal g(t) ditransmisikan. Umumnya, sinyal tidak akan dalam bentuk yang sesuai untuk transmisi dan harus diubah ke sinyal s(t) yang sepadan dengan karakteristik dari medium transmisi. Sinyal itu kemudian ditransmisikan melalui medium tersebut. Pada akhirnya, sinyal r(t), dimana mungkin berbeda dari s(t), diterima. Sinyal ini kemudian diubah oleh receiver kedalam bentuk yang sesuai untuk output.

Pengubahan sinyal g(t) atau data g, adalah sebuah pendekatan atau perkiraan dari input. Akhirnya, device output menampilkan message perkiraan tersebut, m, kepada perantara tujuan. Contoh : electronic -mail (pos elektronik) dan percakapan telephone.Untuk kasus pada electronic -mail, diketahui bahwa device input dan transmitter adalah komponen dari personal komputer. Perantara adalah pengguna yang akan mengirim sebuah message kepada pengguna lainnya; sebagai contoh “jadwal pertemuan pada tanggal 25 Maret dibatalkan” (m). Karakter string ini adalah informasi. Pengguna lalu mengaktifkan electronic -mail pada PC dan memasukkan message tersebut melalui keyboard (device input). Karakter string ini secara ringkas disimpan dalam memory utama (main memory). Kita dapat memandangnya sebagai rangkaian karakter (g) atau, rangkaian bit-bit (g) dalam memory. PC ini dihubungkan ke beberapa medium transmisi seperti local network tranceiver atau modem. Data input akan ditranfer ke transmitter sebagai rangkaian bit-bit (g(t)) atau lebih tepat, rangkaian voltage shift (g(t)) pada beberapa bus komunikasi atau kabel. Transmitter dihubung langsung ke medium dan mengubah bit-bit yang masuk (g(t)) menjadi sebuah sinyal (s(t)) yang sesuai untuk transmisi.

Blok diagram komunikasi sederhana

KOMUNIKASI DATA

Topik yang akan dibicarakan, yaitu :

  • Transmisi data.
  • Data encoding, adalah proses transformasi data atau sinyal input kedalam sinyal yang dapat ditransmisiskan.
  • Teknik komunikasi data digital.
  • Data link control.
  • Multiplexing, menyatakan variasi teknik yang dipakai untuk membuat pemakaian fasilitas transmisi lebih efisien.

JARINGAN KOMUNIKASI DATA

Dalam bentuk sederhana, komunikasi data terjadi antara 2 device yang secara langsung berhubungan dengan medium transmisi point to point. Bila bentuk ini dipakai maka:

  • Bila device berada pada bagian yang jauh maka akan mahal, contoh : untuk menghubungkan link antara 2 device yang jauhnya ribuan mil.
  • Adanya set-set device, masing-masing memerlukan sebuah link ke lainnya pada variasi waktu, contoh : semua telephone didunia dan semua terminal dan komputer dimiliki oleh suatu organisasi tunggal kecuali untuk kasus dengan sedikit device, hal tersebut tidak praktis untuk menggelar kabel antara masing-masing pasangan device.

Solusi dari masalah ini adalah jaringan komunikasi yang dapat dilihat pada gambar berikut:

Masalah Jaringan Komunikasi Data

stasiun adalah suatu kumpulan device yang akan berkomunikasi, dapat berupa komputer-komputer, terminal-terminal, telephone-telephone atau device komunikasi lainnya. Tiap stasiun menghubungkan ke jaringan node (network node). Set-set node tersebut merupakan pembatasan dari jaringan komunikasi yang sanggup mentransfer data antar pasangan stasiun-stasiun.

Tipe dari jaringan komunikasi dalam buku ini :

  • Switched network , data ditransfer dari sumber ke tujuan melalui hubungan node seri.
    • Circuit-switched network, arah komunikasi diwujudkan antara 2 stasiun melalui jaringan node contoh umum : jaringan telephone.
    • Packet-switched network, data dikirim dalam serangkaian potongan-potongan kecil, yang dinamakan paket. Tiap paket melewati jaringan dari node ke node sepanjang jalur yang menghubungkan sumber ke tempat tujuan. Contoh umum : komunikasi terminal ke komputer dan komputer ke komputer.
  • Broadcast network, lihat gambar di bawah, terdapat transmitter/receiver yang berkomunikasi melalui medium yang disebar oleh stasiun-stasiun lain. Suatu transmisi dari satu stasiun di-broadcast ke dan diterima oleh semua stasiun lainnya. Contoh sederhana : CB Radio System. Dalam kasus berikutnya data ditransmisikan dalam paket-paket, karena medium dibagi-bagi, maka hanya suatu stasiun pada suatu waktu yang dapat mentransmisi suatu paket.
    • Packet radio networks, stasiun berada didalam range transmisi satu sama lain dan broadcast (menyiarkan) secara langsung ke satu sama lainnya.
    • Satellite networks, data tidak ditransfer langsung dari transmitter ke receiver tetapi di-relay melalui satelit: masing-masing stasiun mentransmisi ke satelit dan menerima dari satelit.
    • Local networks, bentuk yang biasa dari broadcasting adalah LAN dan MAN lihat gambar 1.3c dan d. LAN adalah jaringan komunikasi yang meliputi daerah yang kecil seperti gedung atau bagian kecil dar i gedung. MAN meliputi daerah yang lebih luas, seperti antar gedung atau daerah kota. Dalam bus local network , semua stasiun dihubungkan ke kawat biasa atau kabel. Suatu transmisi oleh satu stasiun manapun manapun menyebar pada medium yang panjang dalam kedua arah dan dapat diterima oleh semua stasiun lainnya. Ring network terdiri dari close loop, dengan masing-masing stasiun berhubungan ke elemen repeating (pengulang). Suatu transmisi dari stasiun manapun bersirkulasi mengelilingi ring melalui semua stasiun lainnya dan dapat diterima oleh tiap stasiun selagi melewatinya.
jaringan kompputer_3a
jaringan kompputer_3a
Bermacam Jenis Jaringan
Bermacam Jenis Jaringan

ARSITEKTUR KOMUNIKASI KOMPUTER

Tugas-tugas yang harus dilaksanakan :

  • Sistem sumber harus mengaktifkan path komunikasi data langsung atau memberi informasi pada jaringan komunikasi identitas dari sistem yang dituju.
  • Sistem sumber harus yakin sistem yang dituju siap menerima data.
  • Aplikasi transfer file pada sistem sumber har us yakin bahwa program manajemen file pada sistem tujuan siap untuk menerima dan menyimpan file.
  • Jika format file yang dipakai pada dua sistem tidak kompatibel, sistem yang satu atau lainnya harus melaksanakan fungsi format translasi.

Dalam pembahasan komunikasi komputer dan jaringan komputer, ada dua konsep yang terpenting :

  • protocol, dipakai untuk komunikasi antara entity-entity yang berbeda. Entity adalah sesuatu yang mampu mengirim atau menerima informasi. Sistem adalah obyek fisik yang mengandung satu atau lebih entity. Protocol didefinisikan sebagai aturan yang dibangun untuk pertukaran data antara dua entity. Elemen kuncinya :
    • Syntax : termasuk hal seperti format data dan level sinyal.
    • Sematics : termasuk kontrol informasi untuk koordinasi dan mengatasi error.
    • Timing : termasuk kecepatan pencocokan dan pengaliran.
Baca Juga:  Manfaat Jaringan Komputer Bagi Perusahaan dan Umum
Arsitektur Komunikasi Komputer
Arsitektur Komunikasi Komputer
  • arsitektur komunikasi komputer, lihat gambar diatas (Arsitektur Komunikasi Komputer) Dimana terdapat 3 modul yaitu
    • modul file transfer mengandung semua logic yang unik untuk file transfer application seperti transmisi pa ssword dan file record.
    • communication service module yang berhubungan dengan kepastian bahwa dua sistem komputer sedang aktif dan siap untuk transfer data dan menyimpan data yang sedang ditukar untuk meyakinkan penyerahan. Tugas ini bergantung tipe jaringan yang dipakai.
    • network access module modul yang dimana memisahkan logic untuk deal sebenarnya dengan jaringan. Jika jaringan yang dipakai berubah maka akan mempengaruhi modul ini.

Model Tiga Layer (Lapisan)

Pada model ini terdapat tiga layer yaitu :

  • Network access layer : bersangkutan dengan pertukaran data antara suatu komputer dengan suatu jaringan yang dituju. Komputer pengirim harus melengkapi jaringan dengan alamat komputer tujuan agar jaringan dapat meneruskan data ke tujuan yang diinginkan. Komputer pengirim mungkin memiliki beberapa service seperti prioritas, yang tergantung dari layer pada jaringan yang memisahkan fungsi yang harus dikerjakan access jaringan kedalam layer yang terpisah. Layer yang sama tinggi mengadakan fungsi yang sama.
  • Transport layer : dimana terdapat mekanisme pertukaran data dimana data harus tiba di aplikasi tujuan dan dalam bentuk yang sama.
  • Application layer : mengandung logic untuk mendukung variasi penggunaan aplikasi. Untuk tiap aplikasi yang berbeda, seperti transfer file, dibutuhkan modul terpisah yang khusus untuk aplikasi tersebut.
menggambarkan arsitektur sederhana
menggambarkan arsitektur sederhana

Pada gambar diatas (arsitektur sederhana) terlihat ada tiga komputer yang terhubung ke suatu jaringan. Tiap komputer mengandung software pada akses jaringan (network access ) dan transport layer dan software pada application layer untuk satu atau lebih aplikasi. Dalam hal ini perlu dua level pengalamatan. Tiap komputer pada jaringan harus mempunyai address (alamat) sendiri agar jaringan dapat mengirim data ke komputer yang diinginkan. Tiap aplikasi pada komputer harus mempunyai alamat yang khusus pada komputer tersebut agar transport layer dapat mengirim data ke aplikasi yang diminta. Pengalamatan-pengalamatan ini dikenal sebagai service access points (SAPs), yang mengandung arti bahwa tiap aplikasi mengakses sendiri service dari transport layer.

Protokol Komunikasi
Protokol Komunikasi

Pada gambar di atas menunjukkan cara modul pada level yang sama pada komputer yang berbeda berkomunikasi satu sama lain dengan memakai protokol. Protokol adalah sekumpulan aturan (format, control code, prosedur) yang menunjukkan dua entity bekerja sama menukar data.

Pada gambar di bawah (Protokol Unit-Unit Data) menunjukkan bagaimana untuk mengontrol operasi ini, kontrol informasi, sebagai data yang harus ditransmisikan. Aplikasi yang terdiri dari satu blok data dikirim ke transport layer. Pada transport layer, blok ini akan dipecah ke dalam dua bagian yang lebih kecil yang terdiri dari transport header (mengandung protokol informasi) dan data apllikasi. Kombinasi ini dikenal sebagai protocol data unit (PDU). Dalam kasus ini, hal tersebut dinyatakan sebagai transport PDU. Header ini mengandung kontrol informasi untuk digunakan oleh peer transport protocol pada komputer lain.

Protokol Unit-Unit Data
Protokol Unit-Unit Data

Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini:

  • Destination SAP : transport layer tujuan harus tahu kepada siapa data dikirim ketika menerima transport PDU
  • Sequence number : suatu transport protocol mengirim serangkaian PDU,sekaligus menomorinya sehingga jika mereka tiba di luar permintaaan,transport entity tujuan akan meminta ulang mereka
  • Error-detection code : pengiriman transport entity dapat termasuk suatu kode yang berfungsi sebagai pengingat dari PDU. Penerima transport protocol menerima kalkulasi yang sama dan membandingkan hasilnya dengan kode yang masuk. Ketidaksesuaian hasil bila terjadi error dalam transmisi. Dalam kasus ini, receiver dapat membuang PDU itu dan mengambil tindakan koreksi.

Berikutnya melangkah ke network layer, dimana data dari transport layer ditambahkan suatu network access header oleh network access protocol, menghasilkan suatu network access PDU. Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini :

  • Destination computer address : jaringan harus tahu untuk siapa (komputer mana pada jaringan ) data dikirim.
  • Facilities request network access protocol : mungkin menginginkan jaringan dipakai untuk fasilitas-fasilitas tertentu seperti prioritas.

Proses-proses di atas diperlihatkan pada gambar di bawah.

Operasi Dari Suatu Arsitektur Komunikasi
Operasi Dari Suatu Arsitektur Komunikasi

Model OSI

Gambar 1.9 memperlihatkan kons ep dari model OSI (open system interconnection). Model ini di bentuk oleh organisasi standar international sebagai model untuk arsitektur komunikasi komputer dan sebagai framework untuk pembentukan protokol standar.

Layer-layer pada model OSI :

  • Physical layer , berhubungan dengan transmisi dari aliran bit yang tidak terstruktur melalui medium fisik; berhubungan dengan karakteristik mekanikal, elektrikal, fungsional, dan prosedural untuk akses pada medium fisik.
  • Data link layer , menyediakan transfer informasi yang lebih reliable melalui link fisik; mengirim blok-blok data (frame-frame) dengan keperluan synchronisasi, error control, dan flow control.
  • Network layer, menyediakan layanan pada layer diatas dari transmisi data dan teknologi switching yang dipakai untuk hubungan sistem; tanggung jawab untuk mewujudkan, mengutamakan dan memutuskan koneksi-koneksi.
  • Transport layer , menyediakan transfer data secara transparan antara akhir point; menyediakan end to end pemulihan error dan flow control.
  • Session layer , menyediakan struktur kontrol untuk komunikasi antara aplikasi; mewujudkan, menata dan memutuskan koneksi (session) antara aplikasi bersama.
  • Presentation layer, menyediakan proses aplikasi dari perbedaan dalam perwakilan data (syntax).
  • Application layer, menyediakan akses ke lingkungan OSI untuk pemakai dan juga menyediakan distribusi service informasi.
Model OSI
Model OSI

ORGANISASI PEMBENTUK STANDAR

Sudah lama diterima dalam industri komunikasi bahwa standar diperlukan untuk membentuk fisik, elektrikal, dan prosedur karakteristik peralatan komunikasi. Ada sejumlah manfaat dan kerugian dalam proses pembentukan standar.

Manfaat standar, antara lain :

  • Standar meyakinkan bahwa akan ada pasar yang besar untuk peralatan atau sofware khusus.
  • Memberikan pembeli lebih fleksibel dalam pemilihan dan pemakaian peralatan.

Kerugiannya, antara lain:

  • Standar condong untuk membekukan teknologi.
  • Adanya beberapa standar untuk hal yang sama sehingga timbul berbagai macam konflik mengenai standar.

TRANSMISI DATA

Dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari suatu transmisi data : kualitas sinyal yang ditransmisi dan karakteristik media transmisi.

KONSEP DAN ISTILAH-ISTILAH

Data transmisi melewati transmitter (pemancar) dan receiver (penerima) melalui medium transmisi.

Media transmisi diklasifikasikan sebagai :

  • Media yang dituntun (guided media ), gelombang-gelombang dituntun melewati jalur fisik, contoh : twisted pair, kabel koaksial dan fiber optik.
  • Media yang tidak dituntun (unguided media), menyediakan suatu device untuk mentransmisi gelombang elektromagnetik tetapi tanpa menuntunnya, contoh : penyebaran melalui udara, hampa udara, dan air laut.

Direct link menyatakan arah transmisi antara dua device dimana sinyal disebarkan langsung dari transmitter ke receiver dengan tanpa device perantara (amplifier atau repeater yang dipakai untuk meningkatkan kekuatan sinyal)(lihat gambar di bawah).

Point to Point

Gambar di atas menunjukkan medium tansmisi point to point untuk direc link antaradua device saja.

Multipoint

Gambar di atas menunjukkan konfigurasi multipoint dimana dapat lebih dari dua device pada medium yang sama.

Sistim-sistim transmisi (menurut definisi ANSI) :

  • Simplex, sinyal ditransmisi dalam satu arah saja; stasiun yang satu bertindak sebagai transmitter dan yang lain sebagai receiver.
  • Half-duplex, kedua stasiun dapat melakukan transmisi tetapi hanya sekali dalam suatu waktu.
  • Full-duplex, kedua stasiun dapat bertransmisi secara simultan, medium membawa dalam dua arah pada waktu yang sama.

FREKUENSI, SPEKTRUM DAN BANDWIDTH

Sinyal dapat dinyatakan sebagai fungsi waktu ataupun sebagai fungsi frekuensi.

KONSEP TIME-DOMAIN

Suatu sinyal s(t) continuous jika : lim s(t) = s(a)

Sinya Continuous dan Discrete
Sinya Continuous dan Discrete

Sinyal s(t) periodik jika dan hanya jika : s(t+T) = s(t) – ∞ < t < + ∞

menampilkan dua sinyal periodik, gelombang sinus dan gelombang kotak (square)
menampilkan dua sinyal periodik, gelombang sinus dan gelombang kotak (square)

Tiga karakteristik penting sinyal periodik :

  • Amplitudo, ukuran sinyal pada waktu tertentu
  • Frekuensi, kebalikan dari periode (1/T) atau banyaknya pengulangan periode per detik (Hz atau cycles per second) atau ukuran dari jumlah berapa kali seluruh gelombang berulang.
  • Phase, ukuran dari posisi relatif pada suatu saat dengan tidak melewati periode tunggal dari sinyal; lihat gambar 2.4 dimana terdapat dua gelombang dengan beda phase /2.
Baca Juga:  Download WhatsAround

Bila dinyatakan suatu gelombang sinusoidal sebagai:

Contoh dari Perbedaan Phase
Contoh dari Perbedaan Phase

KONSEP FREKUENSI-DOMAIN

Gambar di atas menunjukkan contoh sinyal s(t) = sin (2π f1t)+ 1/3 sin (2π (3f1)t)

Dari gambar dapat dilihat bahwa :

  • Frekuensi kedua merupakan suatu perkalian integral dari frekuensi pertama sehingga frekuensi akhir dinyatakan sebagai frekuensi utama
  • Periode total sinyal sama dengan periode dari frekuensi utama; periode dari sin(2π f1t) adalah T=1/f1 dan periode dari s(t) juga T (lihat gambar 2.5.c).

Jadi semua sinyal apapun dapat dibuat dari komponen-komponen frekuensi, dimana tiap-tiap komponen adalah gelombang sinusoidal. Hal ini dikenal dengan analisis Fourier.

Penjumlahan dari komponen frekuensi (T=1/f1)
Penjumlahan dari komponen frekuensi (T=1/f1)

Gambar (a) menunjukkan fungsi frekuensi-domain untuk sinyal dari Gambar (c) dalam hal ini s(f) adalah discrete. Gambar (b) menunjukkan fungsi frekuensi-domain untuk pulsa kotak tunggal yang mempunyai nilai 1 antara -x/2 dan x/2, dan 0 dilain tempat, dalam hal ini s(f) adalah continuous.

Spektrum sinyal adalah daerah frekuensi yang dapat dimuati. Untuk Gambar (c), spektrumnya dari f1 samapi 3f1. Absolute bandwidth dari sinyal adalah lebar spektrum. Untuk Gambar (c), bandwidthnya adalah 2f1.

Pada Gambar (b), terdapat banyak bandwidth tetapi kebanyakan energi dalam sinyal relatif dimuat dalam band frekuensi rendah. Band ini dinyatakan sebagai effective bandwidth atau bandwidth saja.

DC component yaitu jika suatu sinyal termasuk suatu komponen frekuensi nol, dimana komponen tersebut adalah dc atau komponen konstan. Contoh lihat gambar di bawah yang menunjukkan hasil penambahan dc komponen terhadap sinyal pada gambar di Penjumlahan dari komponen frekuensi.

HUBUNGAN ANTARA DATA RATE DENGAN BANDWIDTH

Medium transmisi apapun yang dipakai akan menyesuaikan dengan band frekuensi yang terbatas. Hal ini menyebabkan data rate yang dapat melewati medium transmisi, terbatas.

Pada gambar 2.8, diberikan komponen-komponen frekuensi gelombang kotak. Disini terlihat bahwa gelombang kotak terbentuk dari penjumlahan spektrum-spektrum ganjil, sehingga gelombang kotak datap dinyatakan dalam :

Sinyal dengan komponen DC
Sinyal dengan komponen DC

Hubungan data rate dan bandwidth didapat bahwa pengurangan/penambahan bandwidth akan menyebabkan pengurangan/penambahan  da ta rate dengan faktor pengurangan/penambahan yang sama. Contoh (lihat gambar Komponen-komponen frekuensi untuk gelombang square) : diinginkan bandwidth 4 MHz. jika f1 = 10 cycles/sec= 1 MHz, maka bandwidth :

periode : T=1/106  = 1 sec (karena f1 = 10 , T=1/f1)

Jika gelombang ini terdiri dari bit string ‘1’ dan ‘0’ maka tiap bit terjadi setiap 0,5 sec sehingga data rate : 2 x f1 = 2 x 10 = 2 Mbps; dengan demikian bandwidth 4 MHz, data ratenya 2 Mbps.

Komponen-komponen frekuensi untuk gelombang square(T=1/f1)
Komponen-komponen frekuensi untuk gelombang square(T=1/f1)

Semakin terbatas bandwidth, semakin besar distorsi dan semakin besar kemungkinan error pada receiver. Gambar 2.9 menunjukkan bit stream dengan data rate 2000 bps, maka untuk bandwidth 1700 sampai 2500 Hz, hasilnya sudah cukup bagus tetapi dengan bandwidth 4000 Hz, hasilnya lebih bagus lagi.

Jadi data rate suatu sinyal digital adalah W bps, maka bandwidth yang paling bagus adalah 2W Hz.

Efek dari Bandwidth pada Suatu Sinyal Digital
Efek dari Bandwidth pada Suatu Sinyal Digital

KEKUATAN SINYAL

Sinyal yang melalui medium transmisi yang jauh, akan mengalami kehilangan atau attenuation (pelemahan) kekuatan sinyal. Untuk itu perlu amplifier yang akan menambah gain sinyal. Kekuatan sinyal dinyatakan dalam decibel (db) yait u suatu ukuran perbedaan dalam dua level kekuatan, dirumuskan sebagai berikut :

Ndb = 10 log10 (P1 /P2 )

dimana : Ndb = besar decibel
P1,2 = besar kekuatan

TRANSMISI DATA ANALOG DAN DIGITAL

Istilah analog dan digital berhubungan dengan continuous dan discrete yang dalam komunikasi data dipakai dalam tiga konteks :

  1. Data, didefinisikan sebagai entity yang mengandung sesuatu arti
  2. Signaling (pen-sinyal-an), adalah tindakan penyebaran sinyal melalui suatu medium yang sesuai.
  3. Transmisi, adalah komunikasi dari data dengan penyebaran dan pemrosesan sinyal

1. DATA

Data analog diperoleh pada nilai- nilai continuous dalam beberapa interval. Contoh :
suara, video. Data digital didapat pada nilai-nilai discrete. Contoh : text dan integer.

Pada gambar 2.10 ditunjukkan spektrum suara manusia yang dapat diambil sebagai contoh data analog.

Gambar 2.11 menunjukkan bagaimana timbulnya gambar pada layar TV yang merupakan hasil tumbukan elektron pada layar dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.

Sedangkan untuk contoh sinyal digital yang paling dikenal yaitu text atau karakter string. Kode yang dipakai umum adalah ASCII (American Standart Code for Information Interchange) yang memakai 8 bit data per karakter.

2. SINYAL

Sinyal analog adalah gelombang elektromagnetik continuous yang disebar melalui suatu media, tergantung pada spektrumnya.

Sinyal digital adalah serangakaian pulsa tegangan yang dapat ditransmisikan melalui suatu medium kawat.

CONTOH-CONTOH

Sinyal suara mempunyai spektrum 20 Hz sampai 20 KHz tetapi standart spektrumnya antara 300 sampai 3400 Hz yang mana pada range ini cukup untuk mereproduksi suara, meminimalkan keperluan akan kapasitas transmisi dan boleh menggunakan telephone biasa. Sinyal ini ditransmisikan melalui sistim telephone ke suatu receiver.

Sinyal video terdiri dari komponen digital dan analog. Gambar 2.12a menampilkan pulsa- pulsa untuk line horisontal sedangkan gambar 2.12b menampilkan pulsa-pulsa untuk line vertikal. Semuanya ini merupakan pulsa-pulsa digital yang di-sinkron- kan (synchronisasi) yang dikirim antara tiap line dari sinyal video. Yang perlu diperhatikan disini yaitu timing dari sistim dan bandwidth yang diperlukan untuk sinyal video. Hal ini akan mempengaruhi hasil dan resolusi dari gambar video.

DATA DAN SINYAL

Data analog dapat merupakan sinyal analog. Demikian pula,data digital dapat merupakan sinyal digital. Pada gambar 2.13, data digital dapat juga dijadikan sinyal analog dengan memakai modem (modulator/demodulator) sedangkan data analog dapat dijadikan sinyal digital dengan memakai codec (coder- decoder). Hal ini akan dibahas lebih lanjut pada chapter 3.

Lihat tabel berikut yang merangkum metode transmisi data :

Data dan sinyal

Data dan sinyalSinyal analogSinyal digital
data analogdua alternatif:(1) sinyal menempati spektrum yang sama seperti data analog; (2) data analog diuraikan untuk menempati posisi spektrum yang berbedadata analog diuraikan mempergunakan suatu codec untuk memproduksi suatu aliran bit digit al.
data digitaldata digital diuraikan menggunakan suatu modem untuk memproduksi sinyal analog.dua alternatif:(1) sinyal terdiri dari dua level tegangan yang mewakili dua angka binary; (2) data digital diuraikan untuk menghasilkan suatu sinyal digital sesuai dengan keinginan.
Perlakuan sinyalTransmisi analogTransmisi digital
sinyal analogdisebarkan melalui amplifier; perlakuan yang sama baik sinyal yang digunakan sebagai data analog atau digital.anggap bahwa sinyal analog mewakili data digital. Sinyal disebarkan melalui repeater; pada tiap repeater, data digital diperoleh kembali dari sinyal asal dan dipakai untuk menghasilkan suatu sinyal analog baru yang berbeda.
sinyal digitaltidak dipakaisinyal digital mewakili suatu aliran dari ‘1’ dan ‘0’, dimana mungkin mewakili data digital atau mungkin suatu encoding dari data analog. Sinyal disebarkan melalui repeater – repeater; pada tiap repeater, aliran dari ‘1’ dan ‘0’ diperoleh kembali dari sinyal asal dan dipakai untuk menghasilkan suatu sinyal d igital baru yang berbeda.

Transmisi analog adalah suatu upaya mentransmisi sinyal analog tanpa memperhatikan muatannya; sinyal-sinyalnya dapat mewakili data analog atau data digital. Untuk jarak yang jauh dipakai amplifier yang akan menambah kekuatan sinyal sehingga menghasilkan distorsi yang terbatas.

Transmisi digital , berhubungan dengan muatan dari sinyal. Untuk mencapai jarak yang jauh dipakai repeater yang menghasilkan sinyal sebagai ‘1’ atau ‘0’ sehingga tidak terjadi distorsi.

Alasan-alasan digunakannya teknik pen-sinyal-an digital :

teknologi digital : adanya teknologi LSI dan VLSI menyebabkan penurunan biaya dan ukuran circuit digital.
keutuhan data : terjamin karena penggunaan repeater dibandingkan amplifier
sehingga transmisi jarak jauh tidak menimbulkan banyak error. Penggunaan kapasitas : agar efektif digunakan teknik multiplexing dimana lebih mudah dan murah dengan teknik digital daripada teknik analog. Keamanan dan privasi : teknik encryption dapat diaplikasikan ke data digital dan ke analog yang sudah mengalami digitalisasi.
Integrasi : karena semua sinyal (data analog dan digital) diperlakukan secara
digital maka mempunyai bentuk yang sama, dengan demikian secara ekonomis dapat diintegrasikan dengan suara (voice), video dan data digital.

KELEMAHAN-KELEMAHAN TRANSMISI

Pada sistim komunikasi manapun, sinyal yang diterima akan selalu berbeda dari sinyal yang dikirim.
Pada sinyal analog, hal ini berarti dihasilkan variasi modifikasi random yang menurunkan kualitas sinyal.
Pada sinyal dig ital, yaitu terjadinya bit error artinya binary ‘1’ akan menjadi binary ‘0’ dan sebaliknya.

Kelemahan yang paling signifikan yaitu :
Attenuation dan attenuation distorsi (pelemahan dan distorsi oleh pelemahan).
Delay distorsi (distorsi oleh delay).
Noise.

ATTENUATION

Kekuatan sinyal akan melemah karena jarak yang jauh melalui medium transmisi apapun.

Baca Juga:  6 Cara Merawat Keyboard Laptop agar Awet

Tiga pertimbangan untuk perancangan transmisi :

  1. Sinyal yang diterima harus mempunyai kekuatan yang cukup sehingga penerima dapat mendeteksi dan mengartikan sinyal tersebut.
  2. Sinyal harus mencapai suatu level yang cukup tinggi daripada noise agar diterima tanpa error.
  3. Attenuation adalah suatu fungsi dari frekuensi.

Masalah pertama dan kedua dapat diatasi dengan menggunakan sinyal dengan kekuatan yang mencukupi dan amplifier-amplifier atau repeater-repeater. Masalah ketiga, digunakan teknik untuk meratakan attenuation melalui suatu band frekuensi dan amplifier yang memperkuat frekuensi tinggi daripada frekuesi rendah. Contoh attenuation dapat dilihat gambar 2.14a. Grafik no.1 menggambarkan

attenuation tanpa equalisasi (perataan) dimana terlihat frekuensi-frekuensi tinggi mengalami pelemahan yang lebih besar daripada frekuensi-frekuensi rendah. Grafik no.2 menunjukkan efek dari equalisasi.

Distorsi attenuation merupakan problem kecil bila menggunakan sinyal digital dimana konsentrasinya pada frekuensi utama atau bit rate dari sinyal.

DELAY DISTORTION

Terjadi akibat kecepatan sinyal yang melalui medium berbeda- beda sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda.

Hal ini merupakan hal yang kritis bagi data digital yang dibentuk dari sinyal-sinyal dengan frekuensi-frekuensi yang berbeda -beda sehingga menyebabkan intersymbol interference.

NOISE

Noise adalah tambahan sinyal yang tidak diinginkan yang masuk dimanapun diantara transmisi dan penerima.

Dibagi dalam empat kategori :

Thermal noise,

o disebabkan oleh agitasi termal elektron dalam suatu konduktor
o sering dinyatakan sebagai white noise
o tidak dapat dilenyapkan
o besar thermal noise (dalam watt) dengan bandwidth W Hz
dapat dinyatakan sebagai :

N = k TW

dimana : N = noise power density
k = konstanta Boltzman = 1,3803 x 10 J/ K T = temperatur ( K)

Intermodulation noise

o disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal- sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau penga lian dari dua frekuensi asalnya. misalnya : sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan mengganggu sinyal dengan frekuensi f1 + f2
o hal ini timbul karena ketidak linearan dari transmitter, receiver
atau sistim transmisi.

Crosstalk

o adalah suatu penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan
o dapat terjadi oleh hubungan elektrikal antara kabel yang
letaknya berdekatan dan dapat pula karena energi dari
gelombang microwave.

Impulse noise

o terdiri dari pulsa- pulsa tak beraturan atau spike -spike noise dengan durasi pendek dan dengan amplitudo yang relatif tinggi.
o dihasilkan oleh kilat, dan kesalahan dan cacat dalam sistim
komunikasi
o noise ini merupakan sumber utama error dalam komunikasi data digital dan hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.15.

KAPASITAS CHANNEL

Kapasitas channel (kanal) menyatakan kecepatan yang mana data dapat ditransmisikan melalui suatu path komunikasi yang diberikan, atau channel, dibawah kondisi- kondisi tertentu yang diberikan.

Ada empat konsep disini yang akan dihubungan satu sama lain :

Data rate : adalah kecepatan, dalam bit per second (bps), dimana data dapat berkomunikasi.
Bandwidth : adalah bandwidth dari sinyal transmisi ya ng dimiliki oleh transmitter dan sifat dasar medium transmisi, dinyatakan dalam cycles per second, atua hertz.
Noise : level noise rata-rata yang melalui path komunikasi.
Error rate : kecepatan dimana error dapat terjadi.

Kapasitas channel dibatasi oleh keadaan fisik dari medium transmisi atau dari dari sumber- sumber lainnya.

Formula Nyquist : C = 2 W log2 M

dimana : C = kapasitas channel (bps)
W = bandwidth dari channel (Hz)
M = jumlah sinyal discrete atau level tegangan

misal : bandwidth line telepon 3100 Hz maka C = 6200 log2 M dan M = 8 sehingga C
= 18600 bps.
Jadi dengan bandwidth terbatas, data rate dapat ditingkatkan dengan meningkatkan levelnya (M), tetapi nilai M dibatasi oleh noise dan attenuation pada line transmisi.

Formula Claude Shannon, mempertimbangkan ratio sinyal terhadap noise (S/N)
sehingga dapat dinyatakan :

kekuatan sinyal
(S/N)db = 10 log ————— kekuatan noise

karena ternyata semakin tinggi data rate, semakin tinggi pula error rate sehingga kapasitas channel oleh persamaan Shannon :

C = W log2 (1 + S/N)

misal : dianggap suatu channel dengan bandwidth 3100 Hz, dan ratio S/N suatu line
1000:1, maka C = 3100 log2 (1+1000) = 30894 bps.

(note : semua nilai-nilai C yang didapat dalam contoh adalah gambaran maksimum untuk ukuran transmisi, dianjurkan menggunakan data rate yang lebih kecil).

Shannon membuktikan bahwa jika information rate yang sebenarnya pada suatu channel lebih kecil daripada kapasitas bebas error, kemudian secara teori memungkinkan untuk dipakai suatu kode sinyal yang sesuai untuk memperoleh transmisi bebas error yang melalui channel. Gambar 2.16 menggambarkan efisiensi suatu transmisi secara teori.

Data rate dapat ditingkatkan dengan peningkatan baik pada kekuatan sinyal atau bandwidth. Tetapi dengan kekuatan sinyal yang meningkat maka timbul nonlinearitas dalam sistim sehingga meningkatkan intermodulation noise. Juga dengan semakin lebarnya bandwidth, noise makin mudah masuk ke sistim. Dengan demikian peningkatan W maka S/N menurun.

MEDIA TRANSMISI

Medium transmisi adalah penghubung fisik antara transmitter dan receiver dalam sistim transmisi data.

Terdapat dua media yaitu guided media (lihat tabel 2.3) dan unguided media.

TWISTED PAIR

DESKRIPSI SECARA FISIK

terdiri dari dua isolasi kawat tembaga yang diatur dalam suatu spiral yang terlindungi. Gulungan ini meminimkan interferensi antar kabel.

PENGGUNAAN

Dipakai pada sistim telephone.
Dipakai untuk jarak yang jauh dengan data rate 4 Mbps atau lebih. Biaya murah.

KARAKTERISTIK TRANSMISI

untuk sinyal analog, diperlukan amplifier setiap 5 sampai 6 km sedangkan untuk sinyal digital diperlukan repeater setiap 2 sampai 3 km.
Bila dibandingkan media lain, maka terdapat keter batasan dalam jarak,
bandwidth, dan data rate.
Gambar 2.18 menggambarkan attenuation pada media ini. Media ini mudah terkena interferensi dan noise.
Gambar 2.19 menunjukkan pencapaian data rate terhadap jarak.

KABEL KOAKSIAL

DESKRIPSI SECARA FISIK

terdiri dari konduktor cilinder rongga luar yang mengelilingi suatu kawat konduktor tunggal (gambar 2.20). Kedua konduktor dipisahkan oleh bahan isolasi.

PENGGUNAAN
  • Dipakai dalam :
    1. Transmisi telephone dan televisi jarak jauh.
    2. Television distribution (TV kabel).
    3. Local area networks.
    4. Shor t-run system links.
  • Lebih mahal daripada twisted pair.
KARAKTERISTIK TRANSMISI

Tidak mudah terkena noise bila dibandingan dengan twisted pair sehingga dapat digunakan secara efektif pada frekuensi-frekuensi tinggi dan data rate yang tinggi.
untuk transmisi analog yang jauh, dibutuhkan amplifier setiap beberapa kilometer sedangkan untuk transmisi digital, diperlukan repeater setiap kilometer.

FIBER OPTIK

DESKRIPSI SECARA FISIK

Adalah suatu medium fleksibel tipis yang mampu menghantarkan sinar ray. Berbagai kaca dan plastik dipakai untuk membuatnya.

PENGGUNAAN
  • Karakteristik fiber optik yang membedakannya dari twisted pair dan kabel koaksial :
    1. bandwidth yang lebih besar : data rate sebesar 2 Gbps dengan jarak 10 kilometer dapat dicapai
    2. ukuran yang lebih kecil dan berat yang lebih ringan
    3. attenuation yang lebih rendah
    4. isolasi terhadap elektromagnetik : sehingga tidak mudah terkena
    5. interferensi dari elektromagnetik eksternal
    6. jarak antar repeater yang lebih jauh. Sistim transmisi fiber optik di Jerman da pat mencapai data rate 5 Gbps dengan jarak 111 km tanpa repeater.
  • Lima kategori dasar dari aplikasi yang penting untuk fiber optik :
    1. Long- haul trunks.
    2. Metropolitan trunks.
    3. Rural exchange trunks.
    4. Local loops.
    5. Local area networks.
KARAKTERISTIK TRANSMISI
  • Range frekuensi antara 1014sampai 1015 Hz yang meliputi spektrum yang tampak dan bagian dari spektrum infrared.
  • Prinsip transmisi fiber optik : (lihat gambar 2.22)
    • Multimode
    • Multimode graded index / multimode step index
    • Single mode

GELOMBANG MICROWAVE

DESKRIPSI SECARA FISIK

Digunakan antena parabolik untuk memperoleh transmisi dengan jarak yang jauh, digunakan gedung- gedung relay microwave yang diseri dan point to point microwave yang dirangkai bersama sesuai dengan jarak yang diinginkan.

PENGGUNAAN
  • Dipakai untuk :
    1. Telekomunikasi jarak jauh.
    2. Transmisi suara dan televisi.
    3. Local networks.
    4. Local data distribution.
  • Dibandingkan dengan kabel koaksial, jarak antar amplifier atau repeater lebih jauh.
KARAKTERISTIK TRANSMISI

tabel 2.6 menunjukkan bandwidth dan data rate untuk beberapa tipe sistim

sumber utama dari gangguan adalah attenuation dimana dapat dinyatakan sebagai
L = 10 log (4πd /λ ) d

dimana : d = jarak, λ= panjang gelombang

jarak antar repeater atau amplifier antara 10 – 100 km

SATELIT MICROWAVE

DESKRIPSI SECARA FISIK
  • Adalah stasiun relay microwave yang digunakan untuk merangkai dua atau lebih
  • Transmitter/receiver dari ground-based microwave yang dikenal sebagai stasiun bumi.
  • Setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band frekuensi yang disebut channel transponder atau transponder saja.
  • Gambar 2.23 menampilkan dua cara umum yang dipakai untuk komunikasi satelit
PENGGUNAAN
  • Dipakai dalam :
    1. Television distribusion, paling luas digunakan diseluruh dunia; memakai teknologi DBS (direct broadcast sattelite) dimana sinyal video dari satelit ditransmisikan langsung ke rumah- rumah.
    2. Transmisi telepon jarak jauh.
    3. Private business networks, digunakan sistim VSAT (very small aperture terminal) untuk menekan biaya (lihat gambar 2.24 untuk konfigurasi VSAT).
KARAKTERISTIK TRANSMISI

range frekuensi optimumnya antara 1 sampai 10 GHz frekuensi transmisi dan penerimaan berbeda tipe transmisinya full-duplex antara pengguna dan satelit karena jarak yang jauh maka timbul delay sebesar 240 sampai 300 ms dari transmisi salah satu stasiun bumi ke penerimaan oleh stasiun bumi lainnya semua stasiun dapat melakukan transmisi ke satelit dan transmisi dari satelit dapat diterima oleh semua stasiun.

RADIO

DESKRIPSI SECARA FISIK

perbedaan dengan microwave bahwa radio adalah segala arah sedangkan microwave adalah terfokus. Dengan demikian tidak diperlukan antena berbentuk parabola dan tidak perlu diletakkan pada jurusan yang tepat.

PENGGUNAAN

Digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi untuk komunikasi data digital digunakan packet radio.

KARAKTERISTIK TRANSMISI

Untuk komunikasi data digital dipakai data rate yang rendah dengan frekuensi dalam kilo bit daripada dalam mega bit atas dasar pertimbangan efek attenuation digunakan untuk komunikasi broadcast, contoh : sistim ALOHA di Hawaii seperti pada satelit, frekuensi transmisi dan penerima berbeda transmisi dalam bentuk paket- paket repeater dipakai pada sistim untuk setiap radius kira- kira 500 km.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *