Tersesat Karena Arahan Google Maps, Remaja Ditemukan Tewas Membeku

  • Whatsapp
Portrait of troubled devasted young male who lost job, holding hands on head and frowning, feeling worried and anxious while seeing terrible accident Free Photo. freepik.com
Portrait of troubled devasted young male who lost job, holding hands on head and frowning, feeling worried and anxious while seeing terrible accident Free Photo. freepik.com

Aplikasi canggih Google Maps memang sangat berguna untuk mencari jalan alternatif ketika berpergian. Namun, apa jadinya jika kita di buat tersesat oleh arahan Google maps? Seperti halnya Sergey Ustinov, remaja asal Rusia ini.

Remaja asal Rusia ini sedang mengemudi bersama kawannya bernama Vladislav Istomin melewati rute bersuhu ekstrim -50 derajat celcius setelah mengikuti arahan dari Google Maps

Bacaan Lainnya

Namun naas, Mobil yang di kendarainya mengalami masalah sehigga Sergey pun akhirnya membeku dan meninggal di dalam Toyota Chaser.

Sedangkan kawannya, Vladisiav, di temukan selamat namun mengalami hipotermia akut ketika di evakuasi.

Sergey Ustinov (kiri) dan Vladistav Istomin (kanan). Foto: The sun

Menurut tim medis yang menyelamatkan mereka kondisi keduanya saat di temukan sangat memprihatinkan. Keduanya hendak pergi dari kota Yakutsk menuju Kota Magada, Rusia.

Keduanya berkendara melalui jalan era Stalin yang di kenal sebagai Road of Bones. Jalan itu di namakan demikian karena memang banyak memakan korban jiwa saat pembangunannya.

Layanan navigasi peta Rusia, Yandex Map, menunjukkan jarak 1900 km di jalan raya federal Kolyma melalui Ust-Nera. Namun, Sergey dan Vladislav mengikuti saran dari Google maps yang memberikan rute pendek melalui Tomtor sejauh 1733.

Menurut otoritas setempat, Jalanan melalui wilayah Tomtor itu sudah lama di tinggalkan sejak tahun 1970.

Setelah keduanya terjebak di jalan maut tersebut, keduanya sempat membakar ban agar tubuh mereka tetap hangat. Namun, mereka tidak bisa membuat api besar. Dan mereka tidak bisa melepas ban sisa.

Baca Juga:  Dua Bayi Harimau Mati Diduga Terpapar Corona Di Pakistan

Tidak di ketahui kapan Sergey meninggal. Namun, Vladislav tetap bertahan selama beberapa hari sampai dia di temukan oleh tim pencarian. Kedua korban merupakan orang kota kata seorang penduduk setempat yang melihat mereka.

Wilayah Republik Sakha (Yakutia) di Rusia memang di kenal sebagai wilayah dengan suhu ekstrem. Wilayah ini bahkan bisa memiliki suhu lebih dari -50 derajat Celcius.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *