Cara Mengatasi Sindrom Burnout Pada Parenting

Posted on

Belakangan ini istilah burnout cukup sering di singgung di dunia parenting. Terutama di saat pandemi corona ini.

Burnout adalah kondisi psikologi di mana seseorang merasa kelelahan secara mental dan fisik menurut penjelasan Putu Andani, M.Psi. Dalam acara Virtual Media Briefing-Peran Ibu di Masa Pandemi dan Tantangan Ibu di tahun 2021 pada Rabu (16/12/20). Kondisi ini di serta beberapa gejala awal. Yakni: stress pada tingkat 1, burnout pada tingkat 2, dan depresi, anxiety disorder dan gejala lain pada tingkat 3.

ilustrasi burnout pada parenting/www.enervon.co.id

Burnout pada tahun ini merupakan yang paling parah yang di rasakan oleh para kaum ibu.

Jika seseorang terkena burnout biasanya mereka akan tanpa sadar menjadi pribadi yang pemarah. Menurut Putu, jika sudah terlanjur memarahi anak karena burnout. Ada cara yang bisa di lakukan para ibu:

1. Meminta Maaf pada anak

Menurut Putu, meminta maaf kepada anak adalah salah satu cara agar mengurangi rasa bersalah karena telah memarahi anak. Tak hanya kepada anak, berusaha meminta maaf pada diri sendiri juga di perlukan.

Karena orang tua mengalami burnout, anak yang mungkin saja tidak bersalah menjadi terkena semprot amarah sang ibu. Oleh karena itu, ibu bisa menjelaskan kepada anak apa yang sedang di rasakan dan meminta maaf.

2. Memaafkan Diri Sendiri

Putu menjelaskan bahwa perasaan mengkritik diri yang kerap kali di rasakan ibu karena bersalah membuat kita terus terusan tenggelam dengan rasa bersalah itu. maafkanlah diri sendiri dan biarkan perasaan tersebut pergi.

jika kamu mengalami burnout, di bawah ini ada cara untuk menghadapinya, menurut psikolog putu berikut adalah cara mengatasi burnout:

  1. Istirahat
    Ketika mengalami burnout, badan dan pikiran menjadi tidak selaras. Putu menyarankan untuk bercerita tentang unek-unekmu kepada suami, atau teman atau orang-orang yang di percaya.
  1. Melakukan kegiatan yang membuat tenang dan bahagia
    Mendistraksi dan menurunkan tingkatan burnout bisa juga di lakukan dengan kegiatan yang dapet menenangkan diri dan menyenangkan diri. misalnya bermain game, melukis, mendengarkan musik, memasak, melukis dsb.
  1. Positif Thinking
    Orang cenderung mudah stress dan burnout ketika melakukan suatu hal namun gagal. namun, ketika pertama kali mencoba tidak ada salahnya jika gagal atau melakukan kesalahan.
  1. Memberikan Penilai Pada diri
    Memikirkan cara agar tidak terjebak dalam kondisi burnout. Dan melakukan evaluasi diri jika perasaan sudah tenang.

Setelah melewati tahap-tahap di atas, tahap selanjutnya ialah evaluasi. Putu menyarankan untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah di kerjakan jika perasaanmu sudah kembali tenang. Pikirkan bagaimana caranya agar tidak terjebak dalam kondisi seperti saat ini.

Setelah mengatasi burnout pada diri, bukan hal yang tidak mungkin jika kita bisa menambah kemampuan baru yang dapat berguna bagi diri dan keluarga.

Itulah pembahasan yang dapat admin berikan mengenai burnout ini. Suatu hal yang wajar jika seseorang pernah berada di titik terlelah hidupnya. Namun, jangan menyerah dan tetaplah bertahan ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *