Dua Bayi Harimau Mati Diduga Terpapar Corona Di Pakistan

  • Whatsapp

Di duga Terpapar Covid-19, Dua Anak Harimau Mati Di Kebun Binatang Pakistan.

Dua ekor anak harimau putih di kebun binatang Pakistan mati di duga terinfeksi Covid-19 yang sebelumnya ditularkan dari staf yang menanganin hewan tersebut.

Bacaan Lainnya

Awalnya, kedua bayi harimau di diagnosa virus Feline Panleukopenia yang memang menyerang sistem imun kucing.

Namun, hasil otopsi mengungkap bahwa kedua bayi harimau tersebut mengalami kerusakan di bagian paru-paru. Hal ini meyakinkan petugas medis bahwa kedua harimau ini mati karena positif virus corona.

Foto ilustrasi bayi harimau

Kedua bayi harimau ini di laporkan tidak di tes corona. Namun, staf yang mengasuh hewan tersebut positif terkena Covid-19.

Setelah kematian hewan tersebut, Direktur Kebun Binatang Lahore Kiram Saleem langsung menggelar pemeriksaan.

Dan dari hasil pemeriksaan tersebut, 6 orang positif terpapar virus corona termasuk staf dari anak harimau.

Hal ini menguatkan hasil otopsi bahwa kedua bayi harimau tersebut besar kemungkinan terpapar corona mengingat staf yang mengasuh kedua bayi harimau tersebut positif Covid-19.

Tahun lalu, kejadian sama pun terjadi di Kebun Binatang Bronx Amerika Serikat. Harimau Siberia dan beberapa ekor singanya di nyatakan positif terpapar Covid-19.

Seekor harimau Malaya pun yang hidup di Kebun Binatang Knoxville Tennessee pun terinfeksi virus corona.

Otoritas setempat pun mengungkapkan bahwa kucing besar yang terinfeksi corona menujukkan gejala seperti batuk ringan, lesu dan menurunnya nafsu makan.

Akhir Kata

Itulah seputar informasi mengenai “Dua Bayi Harimau Mati Diduga Terpapar Corona Di Pakistan”

Jika kalian menyukai artikel-artikel di situs kami, jangan lupa klik lonceng di pojok kanan bawah untuk subskribe. Ikuti juga kami di FacebookInstagram dan Youtube ya gaes!

Baca Juga:  Viral! Janda Cianjur Klaim Hamil Tanpa Berhubungan Badan

Jika kalian mencari source code, kami juga menyediakan kumpulan source code. Kunjungi juga Github kami. Terima Kasih!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *