Kenali Panleukopenia Pada Kucing dan Cara Mengatasinya

  • Whatsapp

Kesehatan anak bulu adalah hal yang musti di perhatikan oleh ownernya, terutama ketika di musim penghujan.

Musim penghujan memang musim yang buruk untuk kucing karena banyaknya virus dan penyakit yang menyerang disaat cuaca yang terus menerus hujan dan tidak menentu. Seperti halnya penyakit Panleukopenia yang dapat menyerang kucing baik dewasa maupun anak-anak.

Bacaan Lainnya

Penyakit Feline Panleukopenia tentunya tidak asing di dengar di kalangan pecinta kucing. Pasalnya, penyakit satu ini memang penyakit langganan ketika musim penghujan tiba.

Feline Panleukopenia atau Feline Distemper atau Feline Parvo Virus adalah salah satu penyebab utama kematian pada kucing.

Di lansir dari American Veterinary Medical Association, virus Feline Panleukopenia ini adalah penyakit yang sangat menular dan di sebabkan oleh virus parvo feline.

Virus Panleukopenia Parvo Feline

sumber: buffalocompanionanimalclinic.com

Virus ini biasanya sangat rentan menyerang anakan kucing berusia 3-5 bulanan. Namun, jangan khawatir ya owner, virus ini tidak akan menulari manusia kok.

Parvo feline bekerja dengan cara membunuh sel imun dan berkembang sangat pesat. Kucing betina yang terinfeksi Parvo feline dapat menyebabkan keguguran pada janin yang di kandung. Virus ini juga menyerang sumsum tulang dan usus.

Virus ini dapat menginfeksi kucing di segala usia dan yang paling rentan adalah anak kucing (kitten), kucing sakit, dan kucing-kucing yang belum di vaksinasi.

Media Penularan Virus Panleukopenia

Penularan virus ini bisa berbagai macam cara. Biasanya tempat yang kurang terjaga kebersihannya seperti kandang, toko hewan peliharaan, tempat penampungan hewan dan kumpulan kucing liar yang tidak divaksin dan tempat dimana banyak kucing berkumpul adalah sarang penyebaran Panleukopenia.

Baca Juga:  Kode Promosi Webtoon Terbaru

Selain itu, urin, feses, cairan hidung dan kutu dari kucing yang terinfeksi bahkan bisa menularkan Panleukopenia ke kucing yang sehat.

Penularan virus ini cenderung relatif singkat, yakni hanya 1-2 hari. Namun, virus bisa bertahan hingga 1 tahun di lingkungan, hal ini bisa membuat kucing dapat terinfeksi bahkan tanpa bersentuhan langsung dengan kucing yang terinfeksi.

Tempat tidur, kandang, piring makan, tangan dan pakaian orang yang menangani kucing yang terinfeksi juga bisa jadi media penularan virus ini.

Gejala penyakit Panleukopenia pada kucing

Gejala virus ini biasanya bervariasi dan terkadang diagnosanya mirip-mirip dengan infeksi Salmonella, pankreatitis, Infeksi Feline Immunodeficiency Virus (FIV), atau Feline Leukemia Virus (FeLV).

Biasanya kucing perlu di ambil sampel darah oleh Dokter Hewan untuk mengetahui penyakit yang di deritanya.

Virus ini menyebabkan kerusakan sel-sel pada usus, jadi biasanya ketika di ambil sampel darah semua sel darah putih dan sel darah merah akan kurang dari normal.

Namun adapun gejala berikut yang perlu owner waspadai:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam tinggi
  • Lesu
  • Muntah
  • Diare parah
  • Mengeluarkan ingus
  • Dehidrasi

Pada kucing betina hamil yang terinfeksi virus dan menjadi sakti. Penyakit ini dapat menggugurkan kandungannya atau akan melahirkan anak kucing dengan sindrom feline cerebellar ataksia.

Dimana kondisi ini menyebabkan anak kucing ini bergerak di sertai gemetar yang parah.

Kemungkinan kucing untuk pulih dari Panleukopenia ini lebih besar untuk kucing yang berumur lebih tua dengan perawatan yang memadai, sedangkan anakan kucing cenderung sulit untuk disembuhkan.

Apakah penyakit Panleukopenia ini ada obatnya?

Penyakit Panleukopenia di sebabkan oleh virus, dan penyebab penyakit ini pun belum ada obatnya. Dukungan dari owner dan dengan perawatan yang intensif menggunakan obat dan cairan bisa di lakukan sampai sistem kekebalan si kucing bisa melawan virus itu sendiri.

Baca Juga:  Cat Owner Ini loh Penyebab Kucing Sering Mengeong

Jika sampai 5 hari kucing bisa bertahan, maka peluang sembuhnya pun sangat meningkat.

Pencegahan Panleukopenia

Untuk mencegah kucing-kucing dari Panleukopenia, owner perlu memperhatikan betul kebersihan pada lingkungan, kebersihan tempat makan, kebersihan kandang, kebersihan litter box.

Usahakan hindari pemberian pakan 1 piring untuk bersamaan karena berpotensi menularkan virus Panleukopenia. Jika ada yang terinfeksi, Isolasi juga perlu di lakukan agar si kucing yang terinfeksi tidak menulari kucing yang sehat.

Jika si kucing yang sakit terlanjur ada kontak dengan kucing yang sehat. Maka, owner perlu cermat memantau kondisi si kucing sehat tersebut.

Setelah pulih dari Panleukopenia, biasanya kucing tidak akan menginfeksi kucing yang lain melalu kontak. Tapi beberapa kucing yang pulih dapat menularkan virusnya melalui fases dan urinnya hingga kurang lebih 6 minggu.

Jika terdeteksi adanya gejala yang terindikasi Panleukopenia, ada baiknya owner langsung memeriksakan anak bulunya ke Dokter Hewan untuk pemeriksaan lebih jelas.

Akhir Kata

Itulah seputar informasi mengenai “Kenali Penyakit Panleukopenia Pada Kucing dan Cara Menanganinya” yang dapat admin berikan.

Jika kalian menyukai artikel-artikel di situs kami, jangan lupa klik lonceng di pojok kanan bawah untuk subskribe. Ikuti juga kami di FacebookInstagram dan Youtube ya gaes!

Jika kalian mencari source code, kami juga menyediakan kumpulan source code. Kunjungi juga Github kami. Terima Kasih!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *