Anosmia bukan hanya karena Covid-19, ini loh penyebabnya

  • Whatsapp

Hilangnya indra pengecap memang menjadi salah satu gejala umum dari Covid-19. Jika gejala disertai oleh demam, batuk, nyeri tubuh, sakit kepala, muntah, pilek, dan diare maka kalian perlu memeriksakan diri kalian.

Menurut Direktor Rinologi dan Operasi Dasar Tengkorang endoskopi, Anthony Del Signore, pasien yang kehilangan penciumannya selama 3-7 hari meski ada juga yang lebih lama.

Ketika indra ini kembali, beberapa mungkin menyadari adanya perubahan pada penciuman dan perasa yang menetap.

Anosmia sendiri merupakan kondisi penurunannya indra penciuman, pengurangan indra penciuman ini biasanya disertai berkurangnya indra pengecap.

Namun, selain karena Covid-19 ada juga penyebab lain yang membuat indra pengecap menjadi hilang fungsi. Beberapa hal lain juga bisa terjadi. Berikut diantaranya:

1. Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas

Meminum dan memakan sesuatu yang panas bisa membuat perubahan pada indra pengecap. Ketika akan mengkonsumsi makanan dan minuman berikutnya pasti akan terasa berbeda. Kondisi ini tidak membahayakan dan hanya berlangsung sementara saja.

2. Sakit demam dan alergi

Ketika kita sakit dan hidung tersumbat biasanya makan dan minum akan terasa hambar. Hal ini juga membuat nafsu makan berkurang.

Del Signore mengatakan bahwa kehilangan indra penciuman bisa berkaitan dengan kemampuan indra pengecap yang menurutn akibat dari infeksi virus, bakteri ataupun alergi.

Biasanya setelah virus tersebut hilang dan alergi diobati, perlahan-lahan indra pengecap pun akan kembali mengenali rasa.

Baca Juga:  Baru Berumur 6 Tahun Sudah Menjadi Programmer

3. Terkena Polip hidung

Poilp adalah pertumbuhan jaringan lembut, tidak di sertai nyeri yang bersifat non-kanker pada lapisan saluran hidung.

Dikutip dari Mayo Clinic, polip hidung biasanya terjadi akibat peradangan kronis yang berhubungan dengan gangguan kekebalan tertentu, asma, kepekaan obat, alergi ataupun infeksi berulang.

Ukuran polip yang besar bisa menyebabkan menyumbat saluran hidung dan menyebabkan masalah pada pernafasan, dan kehilangan indra penciuman.

4. Dalam prosedur pengobatan tertentu

Beberapa obat ada yang berefek mengganggu indra pengecap termasuk obat tiroid dan inhibitor ACE untu menekan tekanan darah tinggi, antijamur dan obat kemoterapi.

Jika anda sedang menjalani prosedur pengobatan di atas dan mengalami kehilangan pengecap secara tiba-tiba, sebaiknya anda berkonsultasi dahulu ke dokter.

4. Kekurangan Seng dan B12

Menurut tinjauan ilmiah The Consultant Pharmacist, kekurangan zat seng (zinc) bisa membuat indra pengecap menjadi rusak.

Vitamin seperti B12 juga memiliki peran penting dalam fungsi sistem saraf, kekurangan pada vitamin B12 ini juga dapat mempengaruhi indra pengecap anda.

Namun, jika ingin menambah asupan vitamin dengan meminum suplemen sebaiknya di konsultasikan terdahulu dengan dokter.

Anda bisa memperoleh asupan B12 dari salmon, tuna, susu dan yogurt. Sedangkan untuk memperoleh asupan seng anda juga bisa mengkonsumsi daging sapi, produk susu, telur, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

6. Mengidap penyakit autoimun

Indra pengecap yang ngaco juga bisa di sebabkan karena penyakit autoimun. Salah satunya penyakit autoimun adalah Sjögren’s, penyakit ini mengakibatkan kekeringan secara luas.

Selain itu penyakit ini memiliki gejala seperti mata kering, hidung kering, nyeri sendi atau otot, sakit perut dan kerusakan gigi.

Kekeringan tersebut mempengaruhi selera makan karena selaput lendir mulut kering. Kemampuan indra pengecap pun menurun sehingga makanan yang masuk ke mulut akan terasa seperti logam.

Baca Juga:  Kertas Legal, Junior Legal, Letter, dan Half Letter (US Standar)

7. Kondisi neurologis

Menurut asisten profesor dan direktur Laryngology-Voice, Rachel Kaye, Kondisi neurologis yang mempengaruhi saraf kranial juga bisa mempengaruhi indra pengecap.

Sebagai contoh, penyakit Bell’s palsy, penyakit ini mengakibatkan kelumpuhan pada saraf di salah satu sisi wajah. Akibatnya indra pengecap akan terpengaruh sebelum akhirnya wajah menjadi lumpuh.

Akhir Kata

Itulah informasi mengenai “Anosmia bukan hanya karena Covid-19, ini loh penyebabnya” yang bisa admin bagikan.

Jika kalian menyukai artikel-artikel di situs kami, jangan lupa klik lonceng di pojok kanan bawah untuk subskribe. Ikuti juga kami di FacebookInstagram dan Youtube ya gaes!

Jika kalian mencari source code, kami juga menyediakan kumpulan source code. Kunjungi juga Github kami. Terima Kasih!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *