Perkembangan Monitor dan Jenis-jenisnya

  • Whatsapp
Perkembangan monitor dari zaman ke zaman. (Sumber: belihape)

Teknologi tentunya mengalami perkembangan di tiap zaman-zamannya. Perkembangan pada teknologi kini dapat kita rasakan melalui berkembangnya komputer hingga ke smartphone. Perangkat ini kini menjadi perangkat yang penting untuk keperluan kantoran, bisnis dan instansi dengan bidang lain.

Pada kali ini admin akan menjelaskan perkembangan pada monitor dari zaman ke zaman. Perkembangan monitor ini tentunya berbarengan dengan perkembangan komputer, keduanya sama sekali tidak bisa di pisahkan.

Bacaan Lainnya

Kini monitor pun semakin menghadirkan spesifikasi yang lebih canggih daripada monitor-monitor sebelumnya. Penggunaan monitor kini bisa di khususkan untuk gaming dan kebutuhan lainnya. Bisa di bayangkan secanggih apa monitor sekarang di bandingkan monitor yang dulu.

Monitor sekarang memiliki ukuran yang beragam dengan rupa yang semakin cantik di bandingkan sebelumnya. Monitor memiliki ukuran 14 inci, 17 inci, 20 inci hingga 21 inci.

Berikut ini admin akan menjabarkan jenis-jenis monitor yang perlu anda ketahui.

Perkembangan monitor dan jenis-jenisnya

Monitor Cathode Ray Tube (Monitor Tabung)

Monitor Tabung atau CRT

Tentunya anda pernah mengalami memakai monitor tabung atau monitor CRT. Monitor ini hadir pada generasi tahun 80 hingga 2000. Monitor ini salah satu monitor pertama yang banyak di kenal ketika komputer mulai masuk pangsa pasar. Admin sendiri sempat mengalami merasakan monitor tabung ini, monitor ini juga salah satu monitor yang banyak di gunakan di warnet-warnet.

Monitor tabung ini memiliki bentuk kotak, besar, lebar dan memanjang ke belakang. Kenapa di bilangnya monitor tabung? Karena bentuknya ini besar dan seperti tabung. Dan admin baru tahu kalo monitor ini di sebutnya monitor CRT.

Baca Juga:  Mengenal Sistem Operasi Jaringan

Jenis monitor tabung biasanya banyak di temui dengan komputer lawas. Dan kini monitor ini sudah tidak di pakai lagi karena teknologinya sudah terlalu usang. Monitor sekarang sudah di ganti dengan monitor LCD dan LED. Tentunya monitor LCD dan LED memiliki kualitas yang lebih baik di bandingkan monitor tabung.

Meski harganya murah, banyak kekurangan dari monitor ini sehingga mulai di tinggalkan penggunaannya, beberapa kerugiannya yaitu:

  • Memancarkan radiasi yang cukup besar.
  • Terlalu berat.
  • Memakan daya listrik cukup tinggi.

Monitor LCD

Monitor LCD

Monitor LCD atau Monitor Liquid Crystal Display merupakan tipe yang cukup populer dan masih banyak di gunakan oleh orang-orang hingga sekarang. Sejujurnya admin belum pernah pakai monitor ini di rumah (mama admin langsung beli monitor LED kali lalu), tapi kalo di laptop lain hal, dan paling admin merasakannya lewat warnet.

Pada layar LCD, di dalamnya tersusun cairan kristal. Cairannya ini di pancari lampu neon putih yang berada di bagian belakang dan memberikan cahaya pada cairan tersebut.

Pertemuan cahaya dengan kristal-kristal inilah yang mengakibatkan hadirnya piksel dalam jumlah banyak. Karena itulah piksel tersebut akhirnya muncul gambar di layar.

Monitor LCD ini memiliki keuntungan yaitu:

  • Kualitas gambar lebih jernih dan tajam.
  • Nyaman pada mata.
  • Hemat daya.
  • Layar tidak besar dan lebih slim sehingga mudah di bawa.

Kekurangan Monitor LCD:

  • Sudut pengelihatan terbatas
  • Kedalaman warna terbatas
  • Harganya mahal

Namun, LCD sendiri memiliki beberapa teknologi panel yang digunakan. Beberapa tipe panel ini ditemukan pada laptop.

Teknologi panel pada LCD

Twisted Nematic (TN)

Teknologi ini banyak digunakan, panel ini juga merupakan tipe panel yang murah. TN ini tidak menghadirkan sudut pandang yang jelas dan dapat dilihat di berbagai sisi, sehingga sangat cocok untuk di pakai gaming.

In-Plane Switching (IPS)

Salah satu teknologi LCD yang tergolong bagus. Teknologi IPS ini mampu menghadirkan keakuratan warna yang bagus dan kualitas gambar yang baik, selain itu panel ini memiliki sudut pandang yang lebih baik dari berbagai sisi.

Baca Juga:  Percantik Blog Islam Dengan Widget yang Keren

Meski banyak digunakan, secara response time, panel ini cukup lambat dibandingkan panel TN.

Vertical Alignment (VA)

Panel ini merupakan tipe panel hibrid, mengapa dikatakan hibrid? Karena panel ini seperti panel gabungan dari TN dan IPS. Panel ini menghadirkan warna yang lebih baik dan sudut pandang yang lebih baik daripada TN.

Dari segi respons time, panel VA ini memiliki respons time lebih lambat jika dibandingkan dengan TN dan IPS. Selain itu, panel VA ini memiliki kontras yang lebih tinggi dan kelebihan pada kepekatan warna hitam.

Monitor TFT

Monitor TFT

Monitor Thin-film Transistor merupakan salah satu jenis monitor yang cukup populer di gunakan. Monitor ini masih sejenis monitor LCD namun dengan tambahan komponen lain. Komponen tersebut di hadirkan dengan tujuan agar gambar lebih jelas dan resolusinya lebih tinggi.

Teknologi monitor ini memakai transistor untuk masing-masing pixel layar. Dengan teknologi ini tentunya dapat memungkinkan pembesaran layar dan pencahayaan lebih besar. Teknologi ini merupakan teknologi gabungan kristal cair dengan transistor agar kemampuannya dapat menghasilkan gambar dengan resolusi yang lebih tinggi.

Monitor LED

Monitor LED

Monitor LED adalah hasil penyempurnaan dari monitor LCD. Monitor ini memiliki kualitas warna yang lebih baik dan varian warnanya pun lebih banyak daripada LCD.

Selain itu, monitor LED ini memiliki fungsi-fungsi terbaharukan dibanding monitor jenis lain yaitu:

  • Monitor ini menghadirkan teknologi touch screen.
  • Hemat daya hingga 70% di bandingkan LCD.
  • Pikselnya jauh lebih tajam di bandingkan LCD.
  • Ukuran lebih slim, usia pemakaian lebih panjang.
  • Pencahayaannya lebih baik di bandingkan monitor sebelumnya.

Kekurangan Monitor dengan LED:

  • Harganya mahal
  • Sensitivitasnya lebih tinggi

Monitor DLP

Monitor DLP

Monitor ini merupakan monitor dengan prinsip perangkat micromirror digital atau DMD (digital micromirror device). Monitor ini bekerja dengan menggunakan jutaan micromirror untuk memodulasi cahaya secara digital.

Baca Juga:  Penyebab monitor tidak mau menyala meski CPU hidup

Monitor ini memiliki high definition sehingga cocok untuk mengedit gambar, video atau bermain game. Sayangnya monitor jenis ini kurang di minati.

Monitor Touchscreen

Monitor touchscreen

Monitor ini menggunakan teknologi touchscreen pada layarnya, sebelumnya teknologi ini di populerkan dengan smartphone dan tablet. Kemudian teknologi touchscreen ini di implementasikan secara mandiri.

Kemampuan ini juga kini banyak di kembangkan dengan monitor LCD maupun LED. Sehingga monitor tampak lebih canggih dan mengikuti perkembangan teknologi.

Monitor Plasma

Monitor Plasma

Merupakan monitor yang bekerja dengan memanfaatkan layar datar emisif dengan sumber cahaya berasal dari fosfor yang kemudian akan melepaskan muatan plasma antara dua layar datar. Gas yang di emisikan tersebut tentunya tidak menghasilkan merkuri.

Namun, monitor ini memilik kekurangan yaitu:

  • Tingkat kontras tinggi hingga 10000:1
  • Harganya mahal
  • Konsumsi daya besar
  • Suhu cenderung tinggi jika di gunakan pixel dengan pitch besar.

Kelebihan monitor Plasma:

  • Kualitas gambar lebih baik
  • Sudut pandang pengelihatan lebih luas.
  • Tampilannya lebih ramping

Monitor OLED

Monitor OLED

Monitor dengan teknologi Organic Light-Emitting Diode di gunakan dengan memanfaatkan semikonduktor sebagai pemancar cahaya dan di buat dari lapisan organik. Fisik ini sangat tipis, ketipisannya bisa mencapai kurang dari 1mm.

Namun, monitor ini kurang banyak di gunakan pada komputer karena harganya yang mahal, tapi banyak sekali digunakan pada smartphone. Tapi, monitor ini bisa menjadi pilihan jika sewaktu-waktu harganya menjadi lebih terjangkau.

Akhir Kata

Itulah seputar informasi mengenai “Perkembangan Monitor dan Jenis-jenisnya” yang dapat admin berikan.

Jika kalian menyukai artikel-artikel di situs kami, jangan lupa klik lonceng di pojok kanan bawah untuk subskribe. Ikuti juga kami di FacebookInstagram dan Youtube ya gaes!

Jika kalian mencari source code, kami juga menyediakan kumpulan source code. Kunjungi juga Github kami. Terima Kasih!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *