Kumpulan Distro Linux yang Sering digunakan Serta Kelebihannya

  • Whatsapp
Linux Distro Utama. (sumber gambar: dev.to)

Sebelumnya telah di bahas Linux beserta macam-macamnya. Tentunya kali ini anda sudah paham macam-macam dari kumpulan distro Linux yang populer di gunakan.

Linux memiliki banyak distro yang memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Kali ini admin akan membahas beberapa kumpulan distro Linux yang sering di gunakan beserta kelebihan dan kelemahannya.

Bacaan Lainnya

Sebelum menuju pembahasannya, mungkin admin akan singgung sedikit mengenai pengertian dari distro Linux itu sendiri.

Pengertian Distro Linux

Distro Linux atau Distribution Linux merupakan istilah dari sistem operasi yang menggunakan kernel Linux. Bisa juga di bilang distro Linux merupakan varian dari Linux. Contohnya seperti halnya Windows, Windows memiliki beberapa varian OS seperti XP, Vista, 7, 8, 8.1 dan 10.

Di Linux contoh varian-variannya seperti Ubuntu, Fedora, Slackware, Debian, Redhat dan masih banyak lagi turunan dari varian-varian tersebut.

Macam-Macam Distro Linux yang Sering Digunakan

1. Debian

Logo Linux Debian. (sumber: debian.org)

Debian merupakan varian Linux yang di kembangkan secara sukarela oleh seorang programmer yang tertarik dalam dunia IT. Sistem operasi ini biasanya banyak di gunakan untuk Server, karena sistem operasi Linux yang tergolong stabil. Meski kini debian sendiri memiliki banyak turunan yang di khususkan untuk desktop environment.

Kelebihan Debian
  1. Debian merupakan varian Linux yang lebih stabil daripada varian Linux yang lain.
  2. Tidak mudah freeze atau hang.
  3. Tentunya Open source.
  4. Jika di install, sudah sepaket dengan software yang gratis lainnya.
Baca Juga:  Macam-Macam Ukuran Kertas dan Fungsinya
Kekurangan Debian
  1. Sulit di gunakan untuk pemula. Konfigurasinya sulit.
  2. Proses up to date cukup lama.
  3. Tidak cocok untuk bermain game.

2. Ubuntu

Logo Ubuntu. (desain.ubuntu.com)

Ubuntu merupakan varian Linux lainnya yang sering di gunakan. Arti namanya menurut bahasa Afrika berarti “Kemanusiaan pada sesama”.

Ubuntu memiliki dua versi yang masing-masing memiliki manfaat dan fungsi yang berbeda yaitu versi desktop yang memang di khususkan untuk pemakaian komputer rumahan, dan versi yang di buat khusus untuk server.

Kelebihan Ubuntu
  1. Terdapat software center yang memudahkan instalasi program atau game yang kompatibel dengan ubuntu.
  2. Tersedia 55 bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia.
  3. Tampilan desktopnya menarik.
Kekurangan Ubuntu
  1. Kurang kompatibel dengan beberapa banyak hardware.
  2. Tidak semua aplikasi Windows bisa di jalankan di Ubuntu.
  3. Kurang user friendly.

3. CentOS

Logo CentOS. (Sumber: blog.centos.org

CentOS (Community Enterprise Operating System), merupakan turunan Linux Redhat Enterprise (RHEL) yang di kembangkan Komuni pada akhir tahun 2003. Biasanya di gunakan oleh sebuah perusahaan.

Dari segi koding, CentOS menggunakan source code dari Redhat sehingga ketika di gunakan CentOS tidak jauh berbeda dengan Redhat.

Kelebihan
  1. OS ini cocok untuk suatu perusahaan.
  2. Satu-satunya OS Freeware yang di dukung oleh Cpanel.
  3. Banyak dukungan komersialnya.
  4. Kompatibel dengan RHEL (Redhat Enterprise Linux).
  5. Support up to datenya banyak dari berbagai developer.
Kekurangan
  1. Distro ini tergantung dengan Redhat.
  2. Tidak cocok untuk pemula.
  3. Tampilannya kurang menarik.
  4. Dokumentasi mengenai CentOS kurang.

4. Linux Mint

Linux Mint Logo. (sumber: wikipedia.com)

Linux Mint merupakan turunan dari Linux Ubuntu, sistem operasi ini di perkenalkan pada tanggal 26 Agustus 2006.

Karena turunannya dari Ubuntu, dari segi perintah terminal dan tampilan juga mirip-mirip dengan ubuntu sehingga jika anda sebelumnya pernah menggunakan Ubuntu, maka akan langsung familiar dengan OS ini.

Kelebihan
  1. Mudah di install
  2. Aplikasi bawaannya lengkap, sehingga tidak perlu mencari dan install.
  3. Memiliki tampilan yang elegan.
  4. Komunitasnya pun banyak.
  5. Tersedia futur update dan upgrade (apt-get update/ apt-get upgrade)
  6. Cocok di gunakan pemula, karena OS ini user friendly.
  7. Banyak versi desktopnya (Cinnamon, Mate, KDE dan lain-lain)
Baca Juga:  CARA MENAMBAHKAN WEBSITE KE GOOGLE SEARCH CONSOLE
Kekurangan
  1. Ada beberapa komponen yang berat saat di gunakan di versi Cinnamon.
  2. Terlalu rutin update.
  3. Banyak memakan RAM.

5. OpenSUSE

OpenSUSE logo. (Sumber: wikipedia.com)

Merupakan Linux turunan dari Slackware, memiliki logo bunglon hijau. Nama SUSE di ambil dari ilmuwan komputer asal Jerman yang bernama Kobrad Zuse.

Kelebihan
  1. Gratis (open source).
  2. User Friendly.
  3. Updatenya tidak sulit.
  4. Banyak software yang tersedia di repository.
  5. Lebih stabil.
  6. Mudah mendeteksi perangkat keras.
  7. Masih tetap sering di gunakan hingga kini.
Kekurangan
  1. Instalasinya rumit.
  2. Beberapa driver ada yang tidak tersedia.

6. Redhat

Redhat Logo. (sumber: redhat.com)

Redhat pertama kali dirilis pada tanggal 3 November 1994 oleh perusahaan pembuat software opensource terbesar yaitu Red Hat, Inc. OS ini merupakan varian Linux pertama yang menggunakan RPM Package Manager.

Kelebihan
  1. Memiliki interface khusus untuk konfigurasi sistem.
  2. Mudah diinstalasi.
  3. Aplikasi bawaannya banyak dan lengkap.
  4. Kualitas dan mutunya terjamin.
  5. Memiliki banyak dukungan vendor.
  6. Keamanan terjamin dan lebih stabil.
Kekurangan
  1. Tidak cocok digunakan untuk keperluan multimedia.
  2. Sudah tidak rilis lagi.
  3. Konfigurasinya lama.

7. Fedora

Fedora Logo. (sumber: wikipedia)

Merupakan varian Linux yang dibuat oleh Fedora Project atas dukungan dari Red Hat, Inc. Fedora unggul pada bagian fitur Security-enhancenya. Fitur ini berfungsi untuk mengawasi akses perintah melalui keamanan Linux pada kernel.

Kelebihan
  1. Memiliki banyak fitur.
  2. Tampilan desktopnya elegan.
  3. Memiliki keamanan yang lebih mumpuni.
  4. Instalasi sudah sepaket dengan LibreOffice
Kekurangan
  1. Kurang stabil.
  2. Penggunaannya sulit meski tampilannya bagus.
  3. Tidak bisa memutar multimedia seperti DVD, Mp3 dan lain-lain.

8. Mandrake

Mandrake Logo. (sumber: google.com)

Merupakan varian dari Linux yang dikembangkan oleh Mandriva. Mandrake memiliki fitur yang memudahkan konfigurasi yaitu fitur Mandriva Control Center.

Mandrake salah satu varian utama pada Linux.

Kelebihan
  1. Mudah digunakan bahkan oleh orang awam sekali pun.
  2. Deteksi hardwarenya bagus.
  3. Tampilannya user friendly.
  4. Softwarenya mudah di dapat.
Baca Juga:  HOW TO APPLY GOOGLE ANALYTICS
Kekurangan
  1. Butuh RAM lebih banyak.
  2. Tidak cocok untuk komputer dengan spesifikasi rendah.
  3. Kurang bagus jika di jadikan server.

9. Slackware

Slackware Logo. (sumber: wikimedia.com)

Merupakan varian Linux tertua yang masih di gunakan hingga sekarang. OS ini masih awet hingga sekarang karena lebih di fokuskan untuk kemudahan desain dan stabilitasnya. Slackware juga bisa mendeteksi perangkat keras secara plug and play.

Kelebihan
  1. Tampilannya mudah di kustomisasi dan sederhana.
  2. Instalasinya mudah.
  3. Lebih stabil.
  4. Keamanannya bisa di kustomisasi oleh penggunanya.
  5. Instalasi, update maupun upgrade mudah di lakukan.
Kekurangan
  1. Minim software pengolah grafis.
  2. Ketersediaan paket tidak sebanyak Debian.
  3. Paket tidak bisa di tata secara otomatis.

10. Xandros

Logo Linux Xandros. (sumber: google.com)

XandrOS merupakan Linux dengan tampilan yang hampir mirip dengan Windows. Varian Linux ini tentunya mudah di operasikan terutama untuk pengguna Windows yang banting setir ke varian ini.

Kelebihan
  1. Mudah di gunakan dan User Friendly.
  2. Kompatibel dengan Microsoft.
  3. Mudah sharing data dengan Windows.
  4. Loadingnya ringan dan cepat.
Kekurangan
  1. Tidak sepenuhnya gratis.
  2. Tidak bisa mengupdate KDE sendiri.
  3. OS ini bersifat komersial.

11. FreeBSD

FreeBSD Logo. (sumber: wikimedia.com)

Merupakan OS turunan melalu Berkeley Software Distribution (BSD). OS ini sering di gunakan untuk penyedia layanan Internet (ISP) karena tingkat keamanan yang di berikan sangat tinggi.

Kelebihan
  1. OS ini opensource.
  2. Stabil di gunakan untuk ISP dan database.
  3. Tingkat keamanannya tinggi.
Kekurangan
  1. Tidak support plug and play.
  2. Developer basenya sedikit.
  3. Banyak bug.
  4. Tidak di gunakan pada PC IBM.

Akhir Kata

Itulah seputar informasi mengenai Kumpulan Distro Linux yang Sering digunakan Serta Kelebihannya yang dapat admin berikan.

Jika kalian menyukai artikel-artikel di situs kami, jangan lupa klik lonceng di pojok kanan bawah untuk subskribe. Ikuti juga kami di FacebookInstagram dan Youtube ya gaes!

Jika kalian mencari source code, kami juga menyediakan kumpulan source code. Kunjungi juga Github kami. Terima Kasih!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *