Jenis-jenis Malware

  • Whatsapp
Malware dapat menyusup ke dalam komputer anda dengan berbagai cara. (sumber: seluler.id)

Infeksi malware tentunya tidak hanya dapat menginfeksi komputer saja, setiap OS baik itu OS pada smartphone, atau komputer tentunya memiliki celah keamanan yang membuat perangkat tersebut rentan terinfeksi oleh malware dan virus.

Malware sendiri sebetulnya dapat menginfeksi perangkat tersebut melalui email, hasil download bahkan program.

Bacaan Lainnya

Pada artikel kali ini admin akan membahas jenis-jenis malware yang perlu kalian ketahui dan cara mengatasinya.

Jenis-jenis Malware

Berbagai macam dan jenis malware. (sumber: searchsecurity.techtarget.com)

Malware merupakan software yang berisikan kode jahat yang dimaksud untuk menghancurkan suatu sistem operasi, mencuri data, merusak data dan lain sebagainya. Kehadiran malware ini merupakan sebuah ancaman untuk file-file di komputer anda.

Namun, malware pun memiliki tingkat ancaman yang berbeda. Biasanya tingkat ancaman ini terlihat pada beberapa antivirus seperti AVG. Beberapa virus sangat merusak sehingga dapat berdampak dengan sistem operasi anda.

Selain memiliki tingkat ancaman yang berbeda-beda, virus juga memiliki beragam jenisnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa ancaman dari virus kini mengalami penurunan jumlah. Namun, malware yang paling umum menginfeksi sekarang adalah trojan dan worm.

Malware juga banyak menginfeksi perangkat mobile dan beberapanya bahkan sudah ada di pre-install perangkatnya sendiri.

Berikut ini klasifikasi dari jenis-jenis malware yang perlu kalian ketahui:

1. Virus

Virus komputer sudah ada sejak lama, orang pertama yang melakukan penelitian terhadap teori replikasi diri program komputer ialah John von Neumann pada tahun 1949. Malware ini sudah dideteksi sejak tahun 1970-an dan sudah ada contoh pertama virus beserta klasifikasinya.

Software dapat di karakteristikkan sebagai virus jika memenuhi syarat yaitu mendorong untuk mereproduksi program di dalamnya. Dengan kata lain, software ini dapat mereplikasi dan mendistribusikan diri untuk menyebar dalam suatu sistem.

Ciri lainnya yaitu, jika suatu program tidak terdeteksi eksistensinya dan tersembunyi tanpa menggunakan program keamanan khusus yang disebut antivirus.

Virus tentunya datang tanpa ada angin dan hujan, dan tanpa sepengetahuan pengguna virus virus ini akan bersembunyi pada sebuah sistem. Hal inilah yang membuat virus komputer sangat mematikan.

Baca Juga:  Beredar Ransomware Berkedok Cyberpunk 2077 Android

Ketika pengguna menggunakan file yang terinfeksi oleh virus tersebut, secara tidak sadar pengguna sudah menjalankan kode jahat milik virus untuk melakukan aksinya. Klasifikasi dari virus sangat beragam karena mereka bisa saja berada dalam binary executable, file data, atau boot sector.

Contoh dari virus: W32/Sality, W32/Brontok

2. Worms

Worm merupakan malware yang dapat mereplikasikan diri tanpa menginfeksi file tertentu yang ada pada komputer. Malware ini biasanya akan mereplikasikan diri dan menghancurkan data-data dalam komputer, menargetkan sistem operasi dan akan bekerja hingga drive menjadi kosong.

Pada Worm, mereka akan masuk ke dalam sistem komputer tanpa memasukkan diri ke dalam file yang sudah ada, sedangkan virus bekerja dengan cara menginfeksikan file terdahulu agar dapat di eksekusi oleh brainware dan mereplikasikan diri.

Worm biasanya menyebar melalui email dan instant message. Menggunakan jaringan komputer dalam media penyebarannya, menggunakan celah keamanan suatu komputer untuk mengaksesnya dan menghapus data-data dalam komputer tersebut.

Contoh dari worms: Conficker, Melissa, Mydoom, Sasser, Myife dan Blaster.

3. Trojan Horse

Trojan Horse menyebar dengan cara menyamar menjadi software yang berguna bagi komputer anda. Istilah malware ini diambil dari cerita yunani kuno tentang sebuah kuda kayu yang digunakan untuk menyerang kota Troy secara diam-diam. Malware ini juga menggunakan cara yang sama untuk menginfeksi komputer anda.

Trojan biasanya berupa backdoor yang memungkinkan penjahat siber mengakses informasi sensitifk dan personal seperti password, IP address dan akun bank anda. Malware ini kini dinobatkan sebagai malware yang paling berbahaya karena dapat mencuri informasi sensitif pemilik komputer yang di targetkan.

Beberapa contoh Trojan horse: Clickbot.A, Blackhole exploit kit, Netbus, Beast, Tiny Banker Trojan, Zeus, Magic Lantern, FinFisher, Gh0st RAT dan WARRIOR PRIDE.

4. Rootkits

Rootkits merupakan software yang dirancang khusus agar malware dapat mengumpulkan informasi. Jenis malware ini melakukan kegiatan pengumpulan data secara diam-diam sehingga pengguna tidak akan curiga.

Baca Juga:  Supporting BCVRE Study Guide Chapter 7 NAT

Cara kerja malware ini mirip dengan backdoor. Biasanya rootkits digunakan oleh hacker untuk menginfeksi sebuah sistem dan menginstallnya secara otomatis atau dapat juga diinstall oleh penjahat siber tersebut ketika hak administrator komputer tersebut didapatkan.

Malware ini termasuk yang sulit di deteksi karena biasanya sering bisa menumbangkan software yang menempatkannya. Jika rootkit berada dalam kernel sistem operasi, hampir tidak mungkin untuk di hapus dan satu-satunya cara untuk menyingkirkannya yaitu dengan install ulang OS.

5. Ransomware

Ransomware merupakan jenis malware yang paling berbahaya. Malware ini merupakan jenis malware advance yang banyak menginfeksi akhir-akhir ini.

Ketika menginfeksi komputer korbannya, sebuah Ransomware akan memblokir akses ke data korban dan memberikannya ancaman dengan meminta tebusan uang atau file-file tersebut akan di hapus. Namun, tidak ada jaminan data-data anda di kembalikan atau di cegah penghapusannya jika anda memberikan tebusan uang tersebut.

Ransomeware yang sederhana hanya akan mengunci sistem yang dapat menyulitkan kebanyakan orang untuk mengebalikan sistemnya. Namun, untuk Ransomware yang lebih maju, malware ini dapat mengenkripsi file korban sehingga tidak dapat di akses dan akan menuntut pembayaran tebusan untuk dekripsi file.

Contoh ransomware: WannaCry, Reveton, CryptoLocker, CryptoWall, Petya dan lain-lain.

6. Keyloggers

Keyloggers merupakan software yang menyimpan semua informasi yang diketik dengan menggunakan keyboard. Biasanya malware ini tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi. Namun, biasanya keyboard fisik akan beresiko terkena dampak dari jenis malware ini.

Keylogger akan mengumpulkan informasi sensitif seperti password, kartu kredit dan data-data lainnya untuk di kirim ke penyerang.

7. Grayware

Grayware merupakan aplikasi dan files yang tidak diinginkan, aplikasi ini sebetulnya tidak di kategorikan malware. Namun, dapat memperburuk kinerja suatu komputer dan menyebabkan resiko keamanan. Istilah grayware ini digunakan pertama kali pada tahun 2004.

Program pada grayware ini dapat memantau sistem dan memberitahukan rumah melalui telepon, perilaku dari program ini pun cenderung menyebalkan.

Jenis dari Grayware adalah adware dan spyware. Adware merupakan malware yang menampilkan iklan dalam bentuk pop up dan windows yang tidak bisa di tutup. Malware ini tidak berbahaya namun menyebalkan karena dapat secara rutin menampilkan pop up iklan.

Baca Juga:  Download Nekopoi.care APK Terbaru 2021

Beberapa vendor smartphone dengan biaya rendah biasanya sudah membundling adware secara default di dalam smartphonenya.

Ada juga Spyware yang merupakan software yang dibuat untuk memata-matai korbannya. Tujuannya ialah untuk melacak aktifitas internet anda agar nantinya dapat di kirim adware. Biasanya spyware digunakan untuk mengumpulkan informasi organisasi tanpa sepengetahuan penggunanya, mengirim informasinya ke pihak lain tanpa persetujuan dari pemilik data.

Tapi anda tidak perlu khawatir karena banyak antivirus dapat mendeteksi malware yang menampilkan advertisement atau iklan ini.

8. Backdoors

Backdoors pada software atau sistem komputer umumnya merupakan portal ilegal yang memungkinkan administrator masuk ke dalam sistem dan melakukan troubleshoot dan biasanya digunakan oleh para agen intelijen dan hacker untuk mendapatkan akses ilegal.

Adanya backdoor ini memungkinkan hacker untuk melakukan akses jarak jauh atau RAT (remote access trojan).

9. Rogue Security Software

Rogue security software merupakan software yang menyamar sebagai software antimalware asli dan bertindak untuk menyesatkan pengguna. Tujan dari malware ini adalah menipu orang agar percaya bahwa komputernya terinfeksi beberapa ancaman serius dan kemudian menipu pengguna untuk menginstall dan membeli software keamanan palsu.

Program ini juga mengklaim bahwa mereka dapat menyingkirkan malware pada komputer anda, padahal justru sebaliknya. Mereka akan terus menerus mengganggu dan memaksa anda untuk membeli produk mereka.

10. Browser Hijacker

Browser Hijacker dapat di definisikan sebagai software yang tidak mengijinkan pengubahan peraturan browser web tanpa izin pengguna. Malware ini dapat membuat homepage berubah menjadi halaman Hijacker.

Browser Hijacker juga mungkin mengandung spyware yang dapat mencuri informasi sensitif seperti bank, password dan lain-lain.

Akhir Kata

Itulah seputar informasi mengenai “Jenis-jenis Malware” yang dapat admin berikan.

Jika kalian menyukai artikel-artikel di situs kami, jangan lupa klik lonceng di pojok kanan bawah untuk subskribe. Ikuti juga kami di FacebookInstagram dan Youtube ya gaes!

Jika kalian mencari source code, kami juga menyediakan kumpulan source code. Kunjungi juga Github kami. Terima Kasih!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *