Disebut Kaya dari Menipu, Doni Salmanan: Trading Saya Bukan Hanya Binary Option
Disebut Kaya dari Menipu, Doni Salmanan: Trading Saya Bukan Hanya Binary Option

Disebut Kaya dari Menipu, Doni Salmanan: Trading Saya Bukan Hanya Binary Option

Posted on

Gila kaya di Bandung, Doni Salmanan membantah tuduhan menipu banyak orang saat berdagang. Dia merasa perlu mengklarifikasi setelah tuduhan yang dibuat oleh seorang pria dalam video TikTok menjadi viral. Tuduhan itu tidak hanya ditujukan padanya, tetapi juga pada Indra Kenz, Crazy Rich Medan.

Doni membuat video yang diunggah di Instagram Story miliknya pada Selasa, 25 Januari 2022. Di awal video, pria yang baru saja menikah itu juga menjelaskan mengapa akun Instagram-nya dihapus untuk memperkuat dugaan karena manajemen Instagram menemukan kejahatannya. . .

“Akun Instagram saya dicopot karena efek kuis. Setelah kuis, dalam satu menit, ada sekitar 100 ribu orang yang melihat story, 70 ribu orang yang menyebut saya dan puluhan ribu yang membalas story orang itu, dan Itu dianggap spam oleh Instagram,” katanya. . Ia mengaku bersyukur karena akunnya bisa dikembalikan dengan cepat, dalam waktu satu setengah hari.

Doni merasa dirinya menjadi korban fitnah. “Sebenarnya saya malas untuk mengklarifikasi karena saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Tapi karena ada nama Doni Salmanan, saya perlu menjelaskan,” katanya.

Menurutnya, soal jual beli yang dituduhkan itu tidak sepenuhnya benar. Dia membantah hanya mengandalkan bisnis dari perdagangan. “Dan trading saya tidak hanya binary options, tapi juga forex, saham, dan cryptocurrency,” ujarnya.

Pilihan biner adalah sistem perdagangan yang mengharuskan orang yang bermain di sistem ini untuk menebak angka yang keluar dalam satu menit. Jika tebakannya benar, dia akan mendapat manfaat. Sebaliknya jika salah maka modal disetor akan hangus. Konsepnya mirip dengan perjudian.

Menurut Doni, dia tidak perlu mengumumkan jenis jual belinya karena takut menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. “Saya takut penipu akan menangkap saya, mengambil tangkapan layar, lalu membuat senjata untuk menipu orang,” katanya.

Soal tudingan berafiliasi, Doni mengakuinya. Dikatakannya, semua platform trading offline dan online selalu menggunakan affiliate trading. “Itu siasat pemasaran. Kalau menjual produk, akan mendapat komisi, misalnya Rp 10 ribu.”

Katanya, cara share hasil affiliate trading yang dia pakai. Diakui, menggunakan prosedur kerja dalam jangka waktu tertentu menarik ribuan orang. “Yang mendaftar di tempat saya biasanya 2.000 orang yang datang ke tempat saya dalam waktu enam bulan,” ujarnya. Rata-rata mereka memasukkan deposit Rp 200-300 ribu per orang. Dia biasa mendapatkan lima persen dari omset keuntungan perdagangan dalam satu hari.

Menurutnya, mereka yang berdagang sudah tahu setelah mendengar penjelasannya tentang pergerakan angka naik turun. “Kalau mau posisi jual, silakan. Yang buka posisi jual punya tangan sendiri, jadi sudah tahu risikonya.”

Doni Salmanan mengaku tidak pernah memaksa siapa pun untuk ikut berdagang dengannya. “Bahkan teman-teman yang mau belajar dengan saya, saya pasti akan menjelaskan risikonya. Kalau dia mau memaksakan setoran, saya larang dia tidak, pelajari dulu tiga bulan.”

Ia mengaku tidak menyimpan dendam dan membenci orang yang telah memfitnahnya. Doni Salmanan mengaku mendapat pelajaran dari tudingan tersebut. “Mungkin ini peringatan bagi saya untuk tidak fokus pada hal-hal duniawi.”

Di Twitter, upaya Doni Salmanan membuat video sanggahan ini tak cukup kuat membendung kritikan dari netizen. “Sayang sekali mereka ditipu Indra Kenz/Doni Salmanan, judi berkedok jual beli,” cuit @Thora. “Sudah selesai, buka,” cuit @rich.

Sumber: https://seleb.tempo.co/amp/1554017/disebut-kaya-dari-menipu-doni-salmanan-trading-saya-bukan-hanya-binary-option

Gravatar Image
infosolution.biz adalah tempat belajar blogger pemula dan profesional. Kamu bisa menemukan kami di sosial media berikut Facebook | Youtube | Instagram. Ingin bekerja sama dengan kami, silahkan hubungi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *