Polisi Sita Aset Doni Salmanan, Mulai dari Rumah Hingga Mobil Mewah

Polisi Sita Aset Doni Salmanan, Mulai dari Rumah Hingga Mobil Mewah

Posted on

Infosolution.biz – Sejumlah aset mulai dari rumah hingga kendaraan mewah milik tersangka kasus penipuan investasi perdagangan binary option melalui aplikasi Quotex, Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan telah disita oleh polisi.

“Dua rumah juga telah kami sita,” kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Senin (14/3/2022).

Reinhard mengatakan, lokasi rumah sitaan Doni Salmanan berada di Bandung dan Soreang, Jawa Barat. Selain itu, polisi juga menyita beberapa mobil mewah jenis Porsche.

Dugaan penipuan perdagangan opsi biner melalui platform Quotex dengan tersangka Doni Salmanan masih diselidiki lebih lanjut oleh Pihak Berwajib. Sejauh ini, penggeledahan aset tersebut masih dalam proses ditangani penyidik.

“Penyidik ​​saat ini sedang berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana yang mengalir dari tindak pidana platform Quotex tersebut,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2022).

Menurut Gatot, penyidik ​​telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk menjadwalkan pemeriksaan manajer dan istri Doni Salmanan pada Senin, 14 Maret 2022 ini. Namun karena alasan flu, Istri Dan Manajer Doni Salmanan mengajukan permohonan kepada penyidik supaya pemeriksaan kasus penipuan Quotex ini ditunda besok.

“Selain itu, tentunya penyidik juga ​​akan memeriksa lebih lanjut terhadap korban platform Quotex. Saat ini penyidik ​​sedang menelusuri aset milik DMT alias DS di Bandung,” kata Gatot.

Penerima Uang Diminta Melapor

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa pihaknya akan meminta uang yang berasal dari tangan tersangka penipuan investasi perdagangan untuk dilaporkan ke polisi.

“Kepada siapa pun yang telah menerima sejumlah uang atau barang dari tersangka, baik dari saudara DS (Doni Salmanan) maupun IK (Inda Kenz) untuk segera melapor ke penyidik,” kata Ramadhan kepada awak media, Rabu (9/3/2022).

READ ALSO:  Rekomendasi Alat live Streaming PC Murah 2022

Ramadhan menambahkan, uang yang dikembalikan oleh penerima akan disita polisi sebagai barang bukti. Hal ini karena hasil kejahatan secara hukum dilarang untuk digunakan.

“Ya (pengembalian dana yang telah diterima) tentunya harus disita. Itu sama saja dengan menerima uang hasil tindak pidana, itu tidak diperbolehkan,” kata Jenderal bintang satu itu.

Ramadhan mengatakan uang yang diberikan pelaku tidak diketahui oleh penerimanya. Karena itu, dia memastikan, Polri tidak akan melakukan jeratan hukum terhadap mereka terkait hal ini.

“Masyarakat tidak tahu dan ada niat untuk mengembalikan. Saat penyidik ​​menyampaikan (uang hasil kejahatan pelaku) orang itu akan mengembalikan, jadi tidak dibebani undang-undang,” tutup Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *