Pengertian dan Manfaat Asuransi Kredit

Pengertian dan Manfaat Asuransi Kredit

Infosolution.biz – Kita perlu berhati-hati sebelum mengajukan pinjaman atau kredit. Ini karena ada risiko gagal bayar.

Risiko ini tidak hanya terkait dengan kemampuan finansial untuk melunasi pokok pinjaman beserta bunga yang timbul. Risiko gagal bayar juga bisa muncul karena kejadian yang tidak terduga.

Misalnya, Anda telah mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor pinjaman selama dua puluh tahun. Namun, di tengah masa pelunasan kredit, Anda mengalami kejadian tak terduga seperti diberhentikan (PHK) atau meninggal dunia, sehingga Anda tidak dapat menyelesaikan pelunasan kredit. Hal ini dapat mengakibatkan keluarga harus melunasi pinjaman yang Anda lakukan.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit, Anda harus menghitung simulasi biaya angsuran beserta bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Misalnya, membandingkan biaya ini dengan pendapatan yang Anda miliki, dengan asumsi pendapatan itu konstan atau meningkat setiap tahun.

Selain itu, Anda juga perlu memikirkan kembali penggunaan Asuransi Kredit. Hal ini karena produk keuangan tersebut dapat digunakan untuk memitigasi risiko tersebut.

Melansir laman tiketiuangmu.ojk.go.id Senin (21/2), asuransi kredit menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Seperti asuransi pada umumnya, asuransi kredit berfungsi untuk melindungi sesuatu yang berharga dari risiko finansial yang muncul.

Dalam hal ini asuransi kredit memberikan perlindungan dan jaminan kepada tertanggung sebagai penerima kredit/debitur apabila meninggal dunia karena kecelakaan, sakit (wajar), cacat karena kecelakaan, diberhentikan, atau mengalami peristiwa lain yang diatur dalam polis asuransi, sehingga ia tidak dapat melanjutkan kewajibannya untuk melunasi pinjaman. kepada Bank atau kreditur (kreditur). Maka terhadap risiko tersebut, perusahaan asuransi sebagai penanggung berkewajiban untuk melunasi pinjaman atau kewajiban tertanggung.

Di Indonesia, terdapat dua jenis asuransi kredit, yaitu asuransi kredit konsumer dan asuransi kredit produktif. Asuransi kredit konsumtif dapat digunakan untuk menutupi risiko gagal bayar pada kredit konsumtif, misalnya risiko gagal bayar pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Sementara itu, asuransi kredit produktif digunakan untuk menutupi risiko gagal bayar pada kredit produktif, misalnya risiko gagal bayar pada Kredit Usaha Rakyat (KUR).

READ ALSO:  18 Asuransi Mobil Terbaik di Tahun 2022

Manfaat Asuransi Kredit

Manfaat Asuransi Kredit

Asuransi kredit dapat bermanfaat bagi debitur (penerima pinjaman) dan kreditur (pemberi pinjaman). Bagi debitur, manfaat yang diperoleh dari asuransi kredit antara lain pelunasan sisa kredit tanpa tunggakan, pelunasan pembayaran bunga atas sisa kredit dan tunggakan, serta mempermudah pengajuan pinjaman bagi debitur. Adanya jaminan bahwa perusahaan asuransi akan menanggung pembayaran kembali kredit mengurangi risiko gagal bayar, sehingga pengajuan pinjaman oleh debitur akan lebih mudah diproses.

Sedangkan bagi kreditur, asuransi kredit memberikan jaminan atas pelunasan pinjaman yang telah dikeluarkan oleh kreditur. Sehingga risiko mengalami kerugian akibat wanprestasi dapat dimitigasi.

Lantas siapa saja yang perlu memanfaatkan asuransi kredit? Tentunya berbagai pihak mengajukan pinjaman kepada perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), atau perusahaan pembiayaan, baik debitur perorangan maupun segmen korporasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Untuk debitur perorangan, asuransi ini dapat digunakan saat Anda mengajukan pinjaman hipotek, KKB, atau kartu kredit. Sedangkan untuk segmen korporasi, asuransi ini dapat digunakan pada saat pengajuan KUR.

Dengan memiliki asuransi kredit, Anda akan merasa lebih aman dalam mengajukan pinjaman, sehingga Anda akan lebih tenang dalam merencanakan rumah atau kendaraan impian Anda melalui kredit.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *