Viral Sushi Tidak Halal, Ini 3 Bahan Sushi yang Tidak Halal

Viral Sushi Tidak Halal, Ini 3 Bahan Sushi yang Tidak Halal

Infosolution.biz – Baru-baru ini viral kabar bahwa restoran sushi tidak halal karena menggunakan bahan yang mengandung alkohol. Yuk, kenali titik kritis sushi halal. Bahan apa yang bisa membuat sushi tidak halal?

Unggahan aktor dan model Adrian Maulana (1/6) soal restoran sushi nonhalal menjadi viral. Ia mengingatkan, rantai restoran sushi ternama belum mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam unggahan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seorang pengunjung yang memberitahunya melalui pelayan bahwa restoran Genki Sushi berisi mirin dan shoyu.

Jadi mengapa mirin dan shoyu bisa membuat sushi tidak halal? Bagaimana itu digunakan dalam sushi? Berikut Infosolution.biz rangkum informasinya:

1. Mirin

Mirin

Content creator yang fokus membahas aspek halal-haram makanan, Dian Widayanti (1/6) menjelaskan lebih lanjut tentang titik kritis kehalalan sushi. Pertama, ada mirin yang digunakan sebagai bahan campuran nasi sushi dan saus Jepang.

Mirin memiliki fungsi khusus, yaitu membuat nasi sushi saling menempel sehingga tidak mudah hancur. Mirin juga memberi sushi rasa khas yang menurut banyak orang menentukan keaslian sebuah sushi.

Mengutip laman LPPOM MUI (19/8/2018), mirin tergolong haram karena mengandung alkohol. Selain itu, di Jepang mirin juga tergolong minuman yang memabukkan.

“Mengenai mirin, seperti yang kita ketahui adalah bumbu dapur masakan Jepang berupa cairan berwarna kuning alkohol, rasanya manis. Mirin termasuk dalam kategori khamr, sehingga tergolong najis. Sedangkan produk disebut halal. jika terbuat dari bahan yang halal dan tidak terkontaminasi dengan bahan lain.“Bahan najis, maka dari itu penggunaan mirin dalam produk halal tidak diperbolehkan,” tulis MUI.

Di pasaran, mirin yang dijual bisa mengandung alkohol hingga 14%. Oleh karena itu umat Islam disarankan untuk berhati-hati dalam membeli dan mengkonsumsinya.

READ ALSO:  Windows 11 KB5010386 dirilis dengan Peningkatan Kecepatan dan Banyak Fitur Terbaru Lainnya

Jika ingin tetap menggunakan mirin, umat Islam dapat memilih alternatif yang bersertifikat halal atau menggunakan pengganti mirin seperti gula, madu, dan cola yang memberikan sensasi rasa manis yang mirip dengan mirin.

2. Shoyu

Shoyu

Shoyu adalah kecap yang menjadi ‘bumbu’ wajib saat makan sushi. “Meskipun tidak semua shoyu tidak halal, namun banyak restoran Jepang yang menggunakan shoyu beralkohol,” kata Dian.

Mengutip Food Diversity (12/6/2021), shoyu terbuat dari kedelai, gandum, garam, dan air yang difermentasi. Rasa umaminya juga membuat shoyu populer sebagai bumbu.

Shoyu dapat mengandung alkohol secara alami atau ditambahkan oleh produsen. Secara alami, alkohol memang muncul dari proses fermentasi yang memberikan aroma dan fungsinya untuk mencegah jamur. Kemudian dalam beberapa kasus, produsen menambahkan lebih banyak alkohol ke shoyu jika kandungan alkohol dari proses fermentasi tidak cukup untuk mencegah jamur.

Meski begitu, kini di pasaran sudah ada shoyu halal yang dibuat tanpa alkohol. Shoyu dibuat dengan proses khusus untuk menekan munculnya alkohol selama proses fermentasi. Shoyu juga telah mendapatkan sertifikat halal.

3. Sake

Sake

Poin penting lainnya dari sushi halal adalah penggunaan sake dalam pembuatannya. “Walaupun sake identik dengan minuman, namun kerap digunakan sebagai bumbu masakan Jepang,” kata Dian.

Mengutip laman LPPOM MUI (3/3/2022), sake merupakan minuman beralkohol asal Jepang yang berasal dari fermentasi beras. Sering juga disebut sebagai arak beras.

Sake berkaitan erat dengan mirin karena mirin dibuat dari kombinasi sake dan gula. Sake dan mirin memiliki fungsi penting yaitu menghilangkan bau amis ikan.

Namun, sake dan mirin tetap diharamkan bagi umat Islam karena mengandung alkohol. Keduanya khamr dan tidak dapat diverifikasi kehalalannya.

READ ALSO:  Viral Fever Symptoms in Hindi: कई दिनों से चल रहा वायरल फीवर? डॉक्टर से जानिए वायरल फीवर के लक्षण

“Tidak peduli berapa banyak yang digunakan. Baik itu banyak atau sedikit, diminum atau tidak diminum, tetap tidak halal. Karena khamr itu haram dan najis. Apalagi ada yang mengatakan, jika dipanaskan alkohol akan menguap. Tapi tetap bisa. Bukan karena bahannya sudah terkandung di dalam masakan,” jelas Direktur Utama LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *