Catat! Tips Aman Pakai Layanan Keuangan Digital dari OJK

Catat! Tips Aman Pakai Layanan Keuangan Digital dari OJK

InfoSolution.biz – Sejak pandemi melanda, keberadaan sistem teknologi semakin mendorong kemudahan hidup manusia yang serba digital, salah satunya adalah  sistem keuangan nontunai. Meski begitu, jumlah platform keuangan  juga harus dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni.

Dengan beragam layanan keuangan digital, Direktur Literasi Keuangan dan Pendidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V.M. Tarihoran memberikan tips sebelum menggunakan layanan keuangan digital.

“Untuk produk, pastikan untuk memenuhi kebutuhan, memiliki izin OJK, dan cek reputasi perusahaan,” ujarnya dalam Diskusi Publik Kamar Dagang Transformasi Digital BPKD sebagai Pendorong Pertumbuhan Literasi Keuangan, Rabu (31/8/2022).

Selanjutnya ada dalam skema layanan keuangan digital. Menurut Horas, pastikan skema yang ditawarkan adil dan semua biaya transparansi serta transaksi mudah dilakukan.

Selain itu, perhatikan karakteristik layanan keuangan digital dengan memahami fitur, risiko, penalti, dan biaya yang harus dibayarkan.

“Lalu harganya. Apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan kami dan sesuai dengan produk yang diperoleh dibandingkan dengan kompetitor,” sambung Horas.

Terakhir adalah memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen dan mekanisme perlindungan konsumen.

Horas juga menjelaskan karakteristik investasi ilegal. Antara lain, klaim tanpa risiko penggunaan figur publik untuk menarik investasi. Kemudian menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu yang cepat dan legalitasnya tidak jelas.

“Menjanjikan bonus dari merekrut member baru untuk mendapatkan member,” pungkas Horas.

Koordinasi Lintas Sektor Antar Kementerian

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Proyek Khusus Pluang Ronny Hutahaya mengatakan, literasi keuangan perlu ditingkatkan sejalan dengan peningkatan inklusi keuangan.

Sedangkan untuk meningkatkan literasi keuangan, menurutnya, pemerintah dan legislator perlu merancang regulasi yang dapat mempercepat inovasi teknologi finansial dan industri yang sehat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

READ ALSO:  PLTSa Bantargebang Mengusung Konsep Waste to energy

Selanjutnya, berkoordinasi lintas sektor antara kementerian dan lembaga yang mengawasi produk dan jasa keuangan.

“Meningkatkan transparansi dan komunikasi publik dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ronny.

Selain itu, pemerintah dan legislator perlu berkolaborasi dengan pelaku industri untuk menciptakan inisiatif pendidikan keuangan dan program teknologi finansial.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *