Contoh Puisi Pendek Tema Bebas 2, 4 & 5 Bait
Contoh Puisi Pendek Tema Bebas 2, 4 & 5 Bait

Contoh Puisi Pendek Tema Bebas 2, 4 & 5 Bait

InfoSolution.biz – Contoh puisi Pendek Tema Bebas 2, 4 & 5 bait. Jadi setiap puisi terdiri dari 2,4 & 5 bait.

Tema dapat dibaca di bawah ini:

1. Contoh Puisi Gratis 4 bait Tentang Ibu Tercinta

Tiada keindahan seindah dirimu
Saat angin bertiup,
Dan sungai mengalir dari kaki bukit,
Aku melihat keindahan yang tak terukur,
Seperti dibelai oleh kebahagiaan.

Namun…
Semua keindahan ini
Tidak ada apa-apa
Dibandingkan dengan cintamu, Ibu.

Karena setiap belaianmu,
Setiap pengorbanan dan keikhlasan,
Lebih indah dari gemericik air,
Lebih lembut dari angin.

Jadi disini,
aku mulai mengerti
Kecantikan bukan dari luar,
Tapi itu di dalam hati, sama seperti Anda.

Bagaimana saya bisa menguatkan hati saya?
Oke,
Aku akan menahan air mataku,
Seperti yang Anda tanyakan kepada saya,
Meskipun jiwaku berat dengan kesedihan

Saya juga,
Kuatkan dadamu
Agar tidak bergemuruh semua perasaan,
hampir meledak,
Karena kegembiraan.

Tetapi,
Bagaimana saya bertahan?
Air mata ini ketika aku rindu terbang
Antara diriku dan kenangan.

ibu,
aku meneteskan air mata,
Aku tidak bisa merasakan hatiku,
Jika Anda harus ingat
Setiap kebaikan darimu.

Senja Merah
Setiap kali senja,
Dan aku duduk sambil
Nikmati angin sepoi-sepoi,

Jadi pada saat itu juga,
Ada gereja kebahagiaan
Ketika saya mengingatnya dengan hati-hati
Wajah ibu.

Senang mendapat penghargaan,
Seorang ibu yang sangat baik,
Yang jiwanya sangat penyayang,
dan hidupnya penuh pengorbanan.

Izinkan dirimu ini
berikan kebahagiaan,
Meski hanya setetes
Di antara lautan bahagiamu.

2. Puisi 4 bait Tentang Alam

Bahagia Di Alam
Setiap kali aku melihat ke langit-Mu,
Yang membentang biru yang indah,
Dengan mendung mendung,
Dadaku juga lapang.

Tiba-tiba merasa senang
Mengisi danau di hatiku,
Karena aku tahu Tuhanku Maha Indah.

Hari ini,
Aku rindu bertemu denganmu,
Dan besok aku berharap bisa bertemu denganmu.

Aku tahu, dunia ini begitu indah
Tapi kecantikan abadi hanya ada di surga.
Jadi ke sanalah jiwaku pergi
Jauh dari hiruk pikuk dunia.

Semangat Seperti Alam
Aku ingin tenang seperti gunung,
melintasi langit,
Aliran sungai,
Susun pohonnya.

Karena jiwaku mencintai mereka,
Begitu juga dengan jiwa lainnya.

Karena mereka
berikan kedamaian,
Membawa kelapangan,
Naungan dan pengajaran.

Biarkan aku menikmati hari ini
Berada di tengah
Panorama.

Saat Kamu Sedih, Ini Tempatku
Jika rasa sakit itu hidup
dekat dengan diri sendiri,
Tersinggung,
Di sini saya sendirian.

Melepaskan pandanganku
Dalam luasnya alam-Mu.
Lepaskan kesedihanku,
Di tengah ombakmu.

Sifat ini adalah puisi;
Tanda-tanda betapa Mahakuasanya Engkau.
Kemudian kecemasan itu hilang,
Karena aku tahu siapa Tuhanku.

Tuhan alam semesta,
Pemilik dunia dan akhirat,
Pencipta diriku dan semua,
Untuk kalian semua kembali.

3. Puisi 4 bait tentang cinta, lucu banget bacanya

puisi cintaku yang bermasalah
Jika hatimu sedih,
Pikiran ini selalu kacau,
Siang dan malam selalu gelisah,
Hidup ini penuh dengan masalah.

Karena cinta segalanya berubah,
Memikirkannya sampai dia lelah,
Mengembalikan cintaku dia tidak pernah,
Betapa hati tidak gelisah.

Aku ingin cintaku diterima,
Tentu dalam hatiku aku akan bahagia,
Merakit bahtera rumah tangga,
Setia selamanya sampai tua.

Tapi itu semua hanya mimpi,
kebahagiaan hanyalah mimpi,
dia sekarang telah menerima
Besok, tentu saja, saya akan menerima undangan itu.

Anaknya cantik, bapaknya galak
Kisah cintaku sangat menyedihkan,
Jatuh cinta dengan keindahan yang indah,
Matanya yang jernih begitu menggoda,
Kulit halus seperti sutra.

Jika kau tersenyum begitu manis,
Lebih manis dari madu liar asli,
Jika cemberut sangat lucu,
puisi gratis
Tetap cantik seperti bidadari.

Ayah sayang sayang galak,
Mudah marah dan menggonggong,
Saya datang dan dimarahi,
Untung tidak ditusuk.

Hati ini bergetar,
Saya ingin mengatakan begitu gentar,
Lebih baik aku pulang
Daripada nyawa hilang.

4. Puisi 4 bait 4 baris

Ingat Usia
Hidup di dunia sementara,
Tidak selalu muda
senja datang,
Kulit keriput karena penuaan.

Akan tumbuh uban di kepala,
itulah awal dari tanda,
bahwa Anda semakin tua,
Hidupmu di dunia ini tidak akan lama.

Mata menjadi gelap,
Otot menjadi longgar,
Segera menjadi tua,
Kemudian masuk ke kuburan.

Cepat dan bertobat,
Sebelum kematian mendekat,
Jangan lupa berdoa
Agar bahagia di akhirat.

5. Puisi Gratis 3 bait

Dimana menemukan kebahagiaan
Di pantai, di gunung, atau di harta karun,
Ternyata tidak ada apa-apa di luar sana,
Kebahagiaan ada di jiwa.

Kebahagiaan ada dalam doa,
disana pada waktu sedekah,
ada dalam setiap kebaikan,
ada di setiap kebaikan.

Jangan pernah mencari kebahagiaan
Dengan mengumpulkan kekayaan,
mencari kebahagiaan,
Dengan mengumpulkan perbuatan baik.

6. Puisi 4 bait tentang sekolah

Disinilah saya mencari ilmu.
Saya mencari dari guru,
Disinilah aku banyak bertemu
Dengan teman dan kolega.

Sekolah ini akan membuatmu rindu
Begitu banyak kenangan indah,
Jika Anda ingat itu sedih,
Ada banyak cerita yang tidak bisa saya lewatkan.

Semua guru membimbing saya,
Banyak teman suka menghiburku,
Di sekolah kamu tidak pernah bosan
Itu adalah cerita yang tidak bisa saya lupakan.

7. Puisi 4 bait tentang kepahlawanan

Anda berjuang dengan berani,
Mengusir perusak dan penjajah,
Bahkan jika hidup dipertaruhkan,
Anda tidak peduli tentang semua itu.

Selama itu bebas dan mandiri,
Anak-anak negeri yang tidak dijajah,
Apakah Anda bersedia memberikan hidup Anda,
Seperti negeriku tercinta.

Aku akan melanjutkan mimpimu,
Membangun negara yang aman dan makmur,
Rakyatnya bahagia dan sejahtera,
Tidak kekurangan apapun.

Aku akan mewarisi semangatmu,
Rajin belajar membangun negeri,
Menjadi negara terdepan,
Kemajuan di segala bidang.

8. Puisi 4 bait tentang sahabat

teman,
Kamu adalah
pohon peneduh saya,
Sungai gemericik saya.

Kamu adalah
Sinar matahariku yang hangat,
Senjataku yang paling indah,
malam berbintangku

Kamu adalah
Tokoh utama dalam ceritaku,
Teman setia dalam kesedihanku,
Sempurna untuk saat-saat bahagiaku.

Terima kasih
Untuk semua yang kau berikan,
Dari tawa, hingga kesetiaan,
Aku akan mengingat semua kenangan.

9. Puisi 4 bait tentang alam pantai

angin semilir
Pukul wajahku,
Membawa aroma yang tak terlupakan,
Saat aku duduk di pantai.

melambai,
Sebuah suara berdering di telingaku,
Berikan ketenangan pikiran,
Sambil melihat semua kenangan.

alihkan pandanganmu,
Laut dan langit di titik pertemuan,
Betapa luas ciptaan,
Pikirkan tentang Tuhan.

Semoga besok saat aku mati,
Aku mati dengan belas kasihan,
Untuk menjadi penduduk
Surga indah yang dijanjikan.

10. Puisi Tentang Alam Pedesaan

anak kecil bermain,
Dengan lumpur di ladang,
tertawa,
Melambangkan hati yang bahagia.

Betapa indahnya pedesaan,
angin dingin bertiup,
Udara bersih, tidak ada kotoran
Jadikan hari-harimu begitu nyaman.

Hari ini aku datang,
Ke desa ini aku kembali,
Setelah lelah seharian,
Kehidupan di kota penuh dengan keramaian.

READ ALSO:  BERITA DUKA: Pendiri Medco Group Arifin Panigoro Meninggal Dunia, Ini Profilnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.